POSKOTA.CO.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, seluruh umat Islam di Indonesia tengah bersiap menyambut datangnya bulan penuh berkah ini.
Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri untuk menyambut Ramadhan, dengan tradisi dan ritual yang unik, yang diwariskan secara turun-temurun.
Fenomena tradisi menjelang Ramadhan ini menjadi cerminan kekayaan budaya Indonesia.
Di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup, masyarakat tetap mempertahankan kebiasaan yang telah ada sejak zaman dahulu.
Tradisi-tradisi tersebut tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga sarat makna sosial dan religius.
Melalui kegiatan ini, masyarakat mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur, sekaligus menyiapkan diri secara spiritual untuk menjalani bulan puasa.
Lantas, apa saja tradisi unik menyambut Ramadhan di berbagai wilayah Indonesia? Simak daftar selengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?
Daftar Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia
Seperti dilansir Poskota dari kanal YouTube David Channel, pada Senin, 16 Februari 2026, berikut adalah beberapa daftar tradisi menyambut Ramadhan di Indonesia.
1. Megang di Aceh
Di Aceh, masyarakat memiliki tradisi Megang, yang biasanya dilakukan menjelang Ramadhan.
Dalam tradisi ini, warga berbondong-bondong ke pasar untuk membeli daging sapi atau ayam dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Daging tersebut nantinya akan dimasak dan disantap bersama keluarga.
Menariknya, meski pandemi COVID-19 pernah melanda, tradisi Megang tetap dijalankan sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya bulan suci dan memperkuat ikatan keluarga.
2. Apeman di Yogyakarta
Tradisi Apeman yang dilaksanakan di Yogyakarta dan Jawa Tengah dilakukan dengan cara yang penuh makna.
Masyarakat memulai tradisi dengan ziarah ke makam keluarga yang telah meninggal, sebagai bentuk doa dan penghormatan.
Selanjutnya, mereka memasak kue tradisional dari tepung beras yang kemudian dibagikan kepada keluarga dan tetangga.
Kue ini melambangkan permohonan maaf dan doa agar dosa-dosa yang pernah dilakukan diampuni.
3. Dugderan di Semarang
Di Semarang, tradisi Dugderan menjadi ciri khas menjelang Ramadhan. Biasanya tradisi ini dilaksanakan 1-2 minggu sebelum puasa.
Dugderan sendiri kini dikenal sebagai pesta rakyat yang menampilkan dentuman meriam, kembang api, tari Japin, arak-arakan tabuh bedug, serta ritual pengumuman awal puasa.
Meskipun zaman sudah modern, masyarakat tetap mempertahankan suasana tradisi ini agar nuansa historis Ramadhan tetap terasa.
Baca Juga: Sidang Isbat Awal Puasa 2026 Digelar Besok, BMKG Pantau Hilal di 37 Titik
4. Pacu Jalur di Riau
Riau memiliki tradisi Pacu Jalur, di mana warga berkumpul di tepian sungai untuk menyaksikan perlombaan dayung yang seru dan meriah.
Pacu Jalur tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi simbol kegembiraan menyambut Ramadhan.
Tradisi ini ditutup dengan ritual Balimau Kasai, yang berarti bersuci menjelang bulan suci, berlangsung dari sore hingga malam hari.
5. Munggahan di Jawa Barat
Di Jawa Barat, tradisi Munggahan dilakukan sehari sebelum Ramadhan dimulai. Warga berkumpul bersama keluarga untuk bersilaturahmi, berdoa, dan makan sahur bersama.
Meski pelaksanaannya berbeda di tiap kota, esensinya sama, yakni mempersiapkan diri secara spiritual dan memperkuat hubungan kekeluargaan sebelum memasuki bulan puasa.
6. Nyorok di Betawi
Masyarakat Betawi memiliki tradisi Nyorok, yaitu membagikan bingkisan kepada kerabat dan keluarga menjelang Ramadhan.
Bingkisan biasanya berisi masakan khas Betawi, seperti sayur gabus pucung yang dimasak dengan bumbu khas seperti cabai, jahe, dan kunyit.
Tradisi ini tidak hanya menekankan aspek kuliner, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
7. Malamang di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat, tradisi Malamang menjadi salah satu cara menyambut Ramadhan.
Warga secara gotong royong membuat lemang, makanan khas Minangkabau berbahan ketan.
Selain Ramadhan, Malamang juga dilakukan pada acara Maulid Nabi atau selamatan penting lainnya.
Tradisi tersebut menekankan nilai kerjasama, kebersamaan, dan kekeluargaan dalam masyarakat Minangkabau.
Meskipun cara pelaksanaannya berbeda-beda, tujuan utama tetap sama, syukur, persiapan spiritual, dan kebersamaan.
Demikian informasi mengenai beberapa daftar tradisi unik untuk menyambut Ramadhan di Indonesia. Apakah kamu pernah mengikutinya?