Viral! Video Berdurasi 13 Menit Diduga Mahasiswa KKN di Lombok Dicari Netizen, Video tentang Apa?

Minggu 15 Feb 2026, 08:52 WIB
Video viral 13 menit menyeret nama mahasiswa KKN Lombok. Simak klarifikasi resmi kampus, asal rumor, dan penjelasan lengkap agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. (Sumber: X/@kerner_ana)

Video viral 13 menit menyeret nama mahasiswa KKN Lombok. Simak klarifikasi resmi kampus, asal rumor, dan penjelasan lengkap agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. (Sumber: X/@kerner_ana)

Mahasiswi berinisial AJP yang namanya ikut terseret juga telah memberikan klarifikasi terbuka dan membantah keterlibatan dirinya. Kampus menyatakan dukungan penuh, termasuk pendampingan psikologis karena yang bersangkutan mengalami tekanan mental akibat rumor tersebut.

Asal Mula Istilah 'Teh Pucuk Viral'

Di tengah penyebaran video, muncul pula istilah 'Teh Pucuk viral' karena dalam salah satu potongan rekaman terlihat botol minuman yang dikaitkan dengan produk Teh kemasan botol.

Hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan maupun platform besar terkait keterkaitan produk tersebut dengan video. Penggunaan nama produk diduga hanya sebagai judul sensasional untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan klik.

Baca Juga: Link Video Viral TikToker Cantik Saylviee Cosplay Kostum Unik Sensual yang Bikin Penasaran

Risiko Keamanan Digital yang Mengintai

Viralnya isu ini juga diikuti penyebaran berbagai tautan eksternal di grup percakapan dan kolom komentar. Sejumlah tautan diketahui tidak mengarah ke platform resmi, melainkan ke situs pihak ketiga yang meminta pengguna memasukkan data pribadi atau mengunduh file.

Pakar keamanan siber menilai pola tersebut mirip dengan modus phishing, yakni upaya pencurian informasi akun. Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan mencurigakan serta selalu memeriksa alamat situs sebelum memasukkan data.

Jika terlanjur mengakses situs yang tidak jelas, pengguna disarankan segera mengganti kata sandi akun penting dan mengaktifkan fitur keamanan tambahan guna mencegah penyalahgunaan data.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa arus informasi di media sosial perlu disikapi dengan bijak. Klarifikasi resmi harus menjadi rujukan utama agar tidak terjadi salah tuduh yang merugikan pihak tertentu, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital.


Berita Terkait


News Update