Doa lain dapat ditambahkan sesuai kebutuhan, termasuk doa agar almarhum mendapat kelapangan kubur dan ditempatkan di surga.
4. Membaca Ayat Al-Qur’an
Banyak ulama menganjurkan membaca Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, kemudian menghadiahkan pahalanya untuk almarhum. Bacaan Al-Qur’an menjadi wujud penghormatan serta kiriman amal dari keluarga yang ditinggalkan.
5. Menutup dengan Doa untuk Diri Sendiri
Selain mendoakan almarhum, peziarah juga dianjurkan memanjatkan doa untuk diri sendiri. Momen ini mengingatkan bahwa setiap manusia akan memasuki fase yang sama, sehingga diperlukan persiapan amal dan ketakwaan.
Baca Juga: Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan: Penjelasan, Hukum, dan Langkah Praktisnya
Ziarah kubur menjelang Ramadhan tidak seharusnya dipandang sebagai tradisi musiman. Sebaliknya, ia merupakan kesempatan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah dan mengingat kembali tujuan hidup.
Momen ini juga menjadi ruang introspeksi sebelum memasuki Ramadhan bulan yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Dengan hati yang bersih dan penuh kesadaran, ibadah di bulan suci dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk dan berkualitas.
Ziarah kubur, jika dilakukan dengan adab yang benar, mampu memperdalam pemahaman tentang kematian, menumbuhkan empati kepada keluarga yang telah wafat, serta memperkuat ikatan keluarga. Nilai-nilai inilah yang membuat ziarah tetap relevan dalam kehidupan masyarakat hingga kini.
