POSKOTA.CO.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat mulai mencari informasi mengenai amalan persiapan menyambut ibadah puasa.
Salah satu praktik yang kerap dilakukan di berbagai daerah di Indonesia adalah mandi wajib sebelum masuk Ramadan, biasanya dilakukan pada malam terakhir bulan Syaban. Tradisi ini dilakukan untuk membersihkan diri sekaligus menyambut datangnya bulan mulia dengan keadaan suci.
Meski begitu, para ulama menegaskan bahwa mandi wajib sebelum puasa tidak diwajibkan. Mandi tersebut bukan bagian dari rukun maupun syarat sah puasa.
Dengan kata lain, seseorang tetap sah menjalankan puasa Ramadan meski tidak melakukan mandi khusus pada malam pertama.
Baca Juga: 30 Ide Menu Buka Puasa Ramadhan, Praktis untuk Setiap Hari
Apa Itu Mandi Wajib?
Mandi wajib atau mandi junub adalah cara bersuci dari hadas besar. Tujuan utamanya adalah mengembalikan kondisi seseorang ke keadaan suci agar dapat melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian, seperti salat, thawaf, dan membaca Al-Qur’an.
Adapun kondisi yang mewajibkan seseorang untuk mandi besar adalah:
- Berhubungan suami istri
- Keluar mani, baik karena mimpi basah atau sebab lain
- Haid
- Nifas
- Melahirkan
Dalam Islam, seseorang yang berada dalam keadaan junub boleh tetap berpuasa, asalkan telah berniat puasa sebelum terbit fajar. Yang tidak diperbolehkan adalah melaksanakan salat sebelum mandi wajib.
Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan
Meskipun tidak diwajibkan, sebagian umat Islam tetap melakukan mandi tersebut sebagai amalan sunah. Berikut niat mandi wajib untuk mengangkat hadas besar:
Niat Mandi Wajib (Niat Ghusl Junub)
“Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala.”
Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta’ala.”
