Samsung Galaxy A57 5G Segera Meluncur di Indonesia, Usung Desain Tertipis di Kelasnya

Sabtu 14 Feb 2026, 20:39 WIB
Samsung Galaxy A57 5G tampil dengan desain super tipis dan modul kamera baru, menjadikannya salah satu perangkat paling elegan di kelas menengah. (Sumber: Samsung)

Samsung Galaxy A57 5G tampil dengan desain super tipis dan modul kamera baru, menjadikannya salah satu perangkat paling elegan di kelas menengah. (Sumber: Samsung)

Meski membawa desain baru, sektor kamera Galaxy A57 5G tetap terbilang konservatif. Samsung belum menyematkan kamera telefoto fitur yang kini mulai umum pada kompetitor di kelas menengah atas.

Beberapa pesaing seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo telah berani menghadirkan lensa telefoto di segmen ini.

Galaxy A57 5G mengandalkan kamera utama 50 MP menggunakan sensor dari Sony (IMX906) atau Samsung GN5 lengkap dengan OIS. Kamera ultrawide naik menjadi 13 MP, ditambah kamera makro 5 MP serta kamera depan 12 MP.

Absennya lensa telefoto menunjukkan Samsung tetap ingin menjaga jarak yang jelas dengan seri premium Galaxy S FE.

Baca Juga: Ingin Main Gim Last War? Ini 5 Tips yang Harus Diketahui

Performa Lebih Kencang Berkat Chipset Baru

Di sektor performa, Samsung terlihat lebih agresif. Galaxy A57 5G dikabarkan menggunakan SoC baru berkode S5E865 atau Exynos 1680. GPU Exclipse 550 yang berbasis arsitektur AMD RDNA 3.5 diprediksi memberikan peningkatan performa grafis hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya.

Pada bagian layar, Samsung bekerja sama dengan TCL CSOT untuk menghadirkan panel AMOLED fleksibel dengan bezel lebih tipis. Refresh rate dipertahankan di 120 Hz dan sensor sidik jari tetap berada di dalam layar.

Sementara itu, kapasitas baterai masih 5.000 mAh dengan pengisian daya 45W. Samsung belum mengadopsi baterai silicon-carbon, dengan alasan keamanan dan umur pakai jangka panjang.

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G bukan perangkat yang dirancang untuk menciptakan kejutan besar. Ia hadir sebagai smartphone yang matang secara strategi dan aman bagi konsumen massal.

Namun, bagi pengguna lama seri A, peningkatan yang ditawarkan mungkin terasa tidak terlalu signifikan. Pertanyaannya kini, apakah strategi aman Samsung ini cukup untuk menghadapi agresivitas kompetitor yang semakin berani?


Berita Terkait


News Update