JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Deretan tenda sederhana mulai berdiri di sepanjang Jalan Sulaiman, Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di bawah cahaya lampu jalan dan sorot lampu darurat, kilau sisik ikan bandeng yang tersusun rapi di atas meja kayu memantulkan cahaya, menarik perhatian warga yang melintas.
Suasana belum terlalu ramai, Kamis, 13 Februari 2026, malam WIB, tetapi geliatnya sudah terasa. Sejumlah pedagang musiman tampak sibuk merapikan dagangan, menimbang ikan, dan melayani warga yang berhenti untuk sekadar melihat-lihat atau langsung membeli.
Ikan bandeng berbagai ukuran mulai dari yang kecil hingga yang besar dipajang terbuka. Aroma khas ikan segar bercampur dengan udara malam yang lembap, menghadirkan suasana khas jelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Muslih, 63 tahun, salah satu pedagang, mengaku baru mulai berjualan hari itu. Tidak seperti beberapa rekannya yang sudah membuka lapak sejak sehari sebelumnya, ia memilih menunggu momentum yang menurutnya lebih menjanjikan.
Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Mohon Maaf Jelang Ramadhan 2026, Bagikan ke Keluarga dan Sahabat
“Kalau yang lain sih sudah ada yang dari kemarin jualan. Kalau saya memang enggak mau capek, baru hari ini,” kata Muslih saat ditemui di lokasi.
Harga bandeng yang ditawarkan berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kg, tergantung ukuran. Dalam sehari, Muslih membawa enam kuintal ikan. Hingga malam itu, dua kuintal telah terjual.
“Hari ini laku dua kuintal. Bawa enam kuintal, yang laku baru dua kuintal,” tuturnya.
Bagi Muslih, berjualan bandeng menjelang Imlek bukan hal baru. Ia rutin melakukannya setiap tahun. Berdasarkan pengalamannya, lonjakan pembeli biasanya terjadi dua hingga tiga hari sebelum perayaan.
Baca Juga: Tersangka Penipuan Uang Ajukan RJ, Penyidikan Kasus Dana Syariah Indonesia Tetap Jalan
“Dua hari mau Imlek ramai. Biasanya bisa sampai 10 kuintal laku,” katanya optimistis.
Hal senada disampaikan Sodikin, 45 tahun, pedagang musiman lainnya. Ia juga baru membuka lapak hari itu karena menilai permintaan belum terlalu terlihat.
“Kalau sekarang memang belum kelihatan penjualan. Makanya saya juga baru jualan hari ini,” ujarnya.
Meski demikian, Sodikin tetap yakin penjualan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Ia berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketika bandeng menjadi salah satu komoditas yang banyak diburu warga menjelang Imlek.
Di tengah persaingan dan ketidakpastian cuaca, para pedagang musiman ini bertaruh pada tradisi tahunan. Mereka menanti hari-hari terakhir sebelum Imlek tiba saat Jalan Sulaiman biasanya dipadati pembeli yang mencari bandeng segar untuk hidangan perayaan bersama keluarga.