30 Ribu Siswa dan Guru SMK Ikuti Festival Vokasi 2026, Ini Fokus Uji Kompetensinya

Sabtu 14 Feb 2026, 11:16 WIB
Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH) 2026 yang digelar di Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center, Deltamas, Jawa Barat. (Sumber: Poskota/Erwan Hartawan)

Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH) 2026 yang digelar di Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center, Deltamas, Jawa Barat. (Sumber: Poskota/Erwan Hartawan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ribuan siswa dan guru sekolah menengah kejuruan (SMK) dari berbagai daerah mengikuti Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH) 2026 yang digelar di Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center, Deltamas, Jawa Barat, pada 13 Februari 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT Astra Honda Motor (AHM) bersama jaringan Main Dealer Honda ini melibatkan 30.180 peserta. Rinciannya, 26.736 siswa dan 3.444 guru dari 699 SMK Mitra Binaan di seluruh Indonesia.

Seleksi Berjenjang hingga Tingkat Nasional FeVoSH 2026 berlangsung secara bertahap sejak September 2025. Proses seleksi dimulai dari tingkat sekolah, berlanjut ke regional, hingga akhirnya nasional.

Dari ribuan peserta, 40 siswa dan 27 guru terpilih sebagai finalis nasional setelah melewati serangkaian uji kompetensi.

Baca Juga: Penjualan Daihatsu Sepanjang 2025 Tembus 137 Ribu Unit, Tetap Posisi Dua Nasional

Peserta menjalani uji teori dan praktik yang mencakup penggunaan alat ukur, prosedur perawatan dan perbaikan sepeda motor sesuai standar industri, hingga menjaga performa kendaraan.

Guru Dinilai dari Metode Mengajar dan Pedagogi

Tidak hanya siswa, guru juga mengikuti penilaian khusus. Tahun ini, aspek pedagogi menjadi bagian dari evaluasi.

Penilaian mencakup efektivitas penyampaian materi, metode pembelajaran berbasis praktik industri, serta kemampuan menyesuaikan pendekatan dengan perkembangan teknologi otomotif dan karakter generasi muda.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menyebut kegiatan ini sebagai titik temu antara dunia pendidikan dan industri.

Baca Juga: Daftar 10 Merek Mobil Terlaris Januari 2026: BYD Salip Honda

“Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, Festival Vokasi Satu Hati kami hadirkan sebagai sarana kalibrasi kompetensi siswa dan guru SMK Mitra Binaan Astra Honda,” ujar Muhib.

“Melalui program ini, kami berharap dapat mendorong terciptanya pendidikan vokasi yang berkualitas, didukung tenaga pengajar yang kompeten serta sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai, agar mampu melahirkan SDM unggul yang siap menghadapi transformasi teknologi dan industri,” kata dia.

Pembekalan Layanan Pelanggan dan Assessment Nasional

Sebagai pembaruan, FeVoSH 2026 juga memberikan materi terkait standar layanan bengkel resmi Honda. Siswa dibekali kemampuan komunikasi dengan pelanggan, memahami kebutuhan konsumen, serta menyampaikan solusi secara profesional.

Di sisi lain, kegiatan ini terintegrasi dengan National Assessment for SMK. Evaluasi dilakukan terhadap kesiapan fasilitas pendidikan, implementasi kurikulum, serta kompetensi tenaga pengajar. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar penguatan ekosistem pendidikan vokasi roda dua di berbagai wilayah.

Baca Juga: Harga Mulai Rp360 Jutaan, Ini Spesifikasi JETOUR X70 Plus di IIMS 2026

Apresiasi untuk Siswa, Guru, dan Sekolah

Sebagai bentuk penghargaan, juara kategori guru mendapatkan dana pembinaan Rp8 juta untuk peringkat pertama, Rp6 juta untuk kedua, dan Rp4 juta untuk ketiga. Juara pertama juga menerima laptop dan sepeda motor CB150X sebagai sarana praktik di sekolah.

Pada kategori siswa, juara pertama memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, dan juara ketiga Rp6 juta. Selain itu, tersedia laptop serta sepeda motor CBR150R untuk kebutuhan praktik sekolah. Juara pertama dan kedua juga mendapatkan beasiswa pendidikan full board di AstraTech senilai Rp385 juta.

Penghargaan turut diberikan kepada sekolah dan jaringan pendukung, termasuk kategori Rapor SMK TUK Terbaik serta Best Performance Main Dealer di tiga wilayah.

FeVoSH 2026 sendiri menjadi salah satu upaya menyelaraskan kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri kendaraan roda dua.

Melalui proses seleksi, evaluasi kurikulum, hingga penguatan metode pembelajaran, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong kesiapan generasi muda menghadapi perubahan teknologi dan dinamika industri otomotif nasional maupun global.


Berita Terkait


News Update