Ilustrasi harga bahan pokok jelang Imlek dan Ramadhan. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

JAKARTA RAYA

Harga Bahan Pokok Naik Jelang Ramadhan, Cabai Rawit Merah dan Daging Sapi Paling Tinggi

Jumat 13 Feb 2026, 15:14 WIB

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Menjelang Imlek serta Ramadhan, harga bahan pokok melonjak naik di pasar tradisional yang ada di Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan Poskota di Pasar Reni Jaya Lama, pedagang yang menjual bahan pokok seperti daging ayam, sapi, telur ayam, kacang-kacangan, hingga cabe rawit merah semua mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Pedagang sembako, Syarif Udin, 64 tahun menyebutkan harga bahan pokok mengalami kenaikan karena mendekati Imlek, Ramadhan serta lebaran Idulfitri.

“Hampir semua mengalami kenaikan, misal untuk beras premium Pandan Wangi perkarung ukuran 50 kg naik kisaran Rp10 ribu hingga Rp 20 ribuan. Untuk jual Harga Eceran Tertinggi (HET) seliter diharga Rp13 ribu sebelumnya Rp12 ribu naik menjadi seribu," ujar Udin kepada Poskota pada Jumat, 13 Februari 2026.

Baca Juga: Walikota Cimahi Sidak Pasar Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok Masih Aman

Selain itu Udin menyebutkan harga telur ayam negeri sekarang sudah Rp45 ribu yang sebelumnya Rp32 ribu. Kemudian minyak goreng curah yang mengalami kenaikan Rp1.000 hingga Rp3.000.

“Minyak goreng curah per liter Rp22 ribu, minyak kita Rp19 ribu, telur Rp32 ribu bahkan harga daging sapi Rp180 per kilo,” kata Udin.

Kenaikan Sejak MBG

Udin mengatakan jika kenaikan harga sembako ini dimulai sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dampak dari MBG ini terlihat dari kenaikan harga sayuran dan terjadi sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Nataru, Pemkot Depok Gelar Pasar Murah

"Kenaikan harga sembako mulai terjadi sedikit demi sedikit. Tidak hanya sembako yang naik, sayuran seperti kangkung seikat biasa dapat Rp 2.500, sekarang naik dua kali lipat Rp 5.000 sd Rp. 6.000 seikatnya," tuturnya.

"Rata-rata pelanggan saya pedagang bubur ayam, rumah makan pecel ayam, banyak mengeluh harga-harga pada naik tapi harga di pembelinya tidak dinaikan dengan alasan menjaga pelanggan tidak kabur," sambungnya.

Udin tidak menampik, kenaikan harga akan terus terjadi sampai hari H perayaan Imlek, Puasa, dan Lebaran Idul Fitri.

"Berharap kepada pemerintah agar kembalikan harga normal seperti semula. Barang-barang kebutuhan pokok dapat normal dan harga stabil. Sehingga tidak membuat warga kecil kesulitan," tuturnya.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok Turun, Pedagang Pasar Embrio Keluhkan Sepinya Pembeli

Harga Daging Sapi Tinggi

Ilustrasi harga daging sapi jelang Imlek dan Ramadhan. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

Eman, 49, pedagang sapi di Pasar Reni Jaya Lama, mengatakan dirinya masih menjual daging sapi fresh di harga perkilo Rp140 ribu.

Ia mengatakan harga daging sapi mengalami kenaikan sejak dua bulan lalu. Menjelang Imlek kenaikan mencapai Rp10 ribu, namun saat Idulfitri bisa tembus Rp180 ribu.

"Dari tempat jagal sudah naik perkilo Rp 109 ribu, kami ngeteng di pasaran per kilo daging dijual Rp140 ribu bersih,” ungkap Eman.

"Untuk faktor kenaikan tidak tahu kurang paham. Melihat kondisi seperti ini, diperkirakan mendekati lebaran Idulfitri harga daging sapi dapat tembus mencapai Rp180 ribu," tuturnya.

Baca Juga: Kapolda Banten Sebut Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadan

Harapan Eman, agar kepada pemerintah dapat menstabilkan harga-harga kebutuhan bahan pokok terutama daging sapi agar tidak memberatkan masyarakat kecil.

Disisi pembeli, kenaikan harga bahan pokok ini cukup membuat terhentak ditambah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Anah, 60 tahun mengungkapkan sangat keberatan jik harga kebutuhan pokok naik.

"Ekonomi lagi sulit, ditambah  bahan pokok mau puasa dan lebaran naik. Tambah mencekek masyarakat kecil ini," ujar Anah.

Senada dengan Anah, Bambang, 54 tahun juga merasa keberatan dengan harga-harga yang terus naik.

Ia yang merupakan pedagang bubur, sudah tak mengerti bagaimana berjualan di tengah harga bahan pokok yang mahal.

"Jika kita naikin harga jual konsumen bakal kabur. Jadi disiasati dengan mengurangi porsi harga tetap," ungkapnya.

“Biasa belanja buat dagangan Rp50 ribu untuk ayam, sekarang Rp55 ribu. Kacang tanah sekarang Rp35 ribu. Cabe rawit merah yang naik dari Rp35 ribu sampai Rp100 ribu,” sambungnya.

Tags:
MBGMakan Bergizi Gratisharga telur ayamharga bahan pokokImlek Ramadhan

Angga Pahlevi

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor