TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat, selama tahun 2025 ditemukan 302 ribu warganya terinfeksi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan dengan banyaknya jumlah masyarakat yang terinfeksi ISPA selama tahun 2025.
"Di tahun 2025 ada 198 ribu kasus ispa yang menyerang anak-anak. Sementara pada kasus orang dewasa ada 104 ribu kasus. Jadi total di tahun 2025 ada 302 ribu kasus ISPA yang terjadi di Kabupaten Tangerang," kata Hendra, Jumat, 13 Februari 2026.
Hendra menjelaskan, ISPA merupakan istilah untuk gangguan pada saluran pernapasan yang menyebabkan batuk dan pilek.
Baca Juga: PMI Kabupaten Tangerang Kembali Salurkan Bantuan Korban Bencana Aceh dan Sumatra
Meskipun terlihat sepele, penanganan yang terlambat dapat berakibat fatal bagi penderita.
Oleh karena itu, lanjut Hendra pihaknya sudah mulai memperketat pengawasan terhadap kasus ISPA ini dengan cara mendeteksi masyarakat yang terjangkit sehingga dapat segera memberikan pengobatan agar tidak berkembang menjadi pneumonia, terutama pada anak.
"Kalau sudah jadi pneumonia risiko kematiannya menjadi sangat tinggi. Makanya harus dideteksi sedini mungkin agar tidak menjadi komplikasi berat seperti radang paru-paru akut," tuturnya.
Hendra memastikan, semua kasus ISPA yang terjadi di tahun 2025 telah mendapatkan pengobatan hingga penderita dinyatakan sembuh.
"Alhamdulillah saat ini sudah dipastikan sembuh ya. Tapi kami tetap akan melakukan pengawasan dengan ketat dengan mendeteksi dini bagi penderita ISPA agar segera mendapatkan penanganan yang tepat," pungkasnya.