Menurut pengakuannya, perdebatan yang awalnya hanya adu argumen berubah menjadi kontak fisik. Ia menuturkan dirinya sempat dibanting hingga dicekik beberapa kali sampai mengalami kesulitan bernapas.
Korban mengaku syok dan tidak menyangka orang yang ia percaya justru melakukan tindakan tersebut. Ia juga menyebut sempat muntah setelah cekikan pertama terjadi.
Upaya Visum dan Kendala Administratif
Pada malam yang sama, perempuan itu memutuskan pergi ke rumah sakit di Yogyakarta untuk melakukan visum.
Namun, ia belum bisa memperoleh surat resmi karena laporan kepolisian belum dibuat di wilayah tempat kejadian.
Pihak keluarga korban disebut telah mencoba menghubungi keluarga sang pemain untuk mencari jalan penyelesaian secara baik-baik.
Akan tetapi, hingga cerita itu dipublikasikan, belum ada tanggapan yang diterima.
Korban Mengaku Trauma
Dalam tulisannya, perempuan tersebut menggambarkan rasa takut, bingung, dan sedih yang ia rasakan setelah kejadian.
Ia menyebut mengalami trauma karena orang yang seharusnya melindungi dirinya justru menjadi sumber luka.
Ia sebenarnya masih berharap masalah bisa diselesaikan tanpa keributan lebih lanjut.
Namun dugaan bahwa sang pesepakbola tetap menjalin komunikasi dengan mantan kekasihnya membuat emosinya kembali terpukul.
