“Kami tidak memulai laga dengan baik dan sudah kebobolan dalam 10 menit pertama,” ujar Bojan, dikutip dari laman resmi klub, Kamis, 12 Februari 2026.
Gol cepat tersebut membuat ritme permainan Persib langsung terganggu. Bukannya bangkit, para pemain justru kesulitan membangun pola serangan. Persib kehilangan penguasaan bola dan sering gagal memenangkan duel lini tengah.
Memasuki babak kedua, situasi tak membaik. Ratchaburi memanfaatkan kelengahan Persib dalam transisi bertahan. Dua gol tambahan lahir melalui Pedro Tana dan Gabriel Mutombo, membuat skor akhir menjadi 3–0 bagi tuan rumah.
Dominasi Lini Tengah Hilang
Gelandang Persib, Thom Haye, beberapa kali tampak kewalahan menghadapi pressing cepat Ratchaburi. Persib juga gagal mengamankan bola kedua, sehingga serangan balik lawan sering membahayakan.
“Begitu kami kehilangan dominasi lini tengah, permainan menjadi semakin sulit dikontrol,” jelas Bojan.
Cuaca Panas Ikut Pengaruhi Performa
Bojan juga menyebut faktor cuaca. Ratchaburi bermain dalam suhu tinggi yang membuat stamina pemain Persib cepat terkuras.
“Cuaca sangat panas dan itu memengaruhi intensitas permainan kami,” ujarnya.
Fokus Tujuh Hari Menuju Leg Kedua
Meski kekalahan membuat langkah Persib semakin berat, Bojan menegaskan bahwa timnya masih berpeluang lolos.
“Sekarang kami perlu fokus selama tujuh hari ke depan untuk pertandingan berikutnya di Bandung. Saya berharap stadion akan tetap penuh seperti biasanya, karena tidak mudah bagi lawan bermain di sana, dan pastinya performa kami harus lebih baik,” tegasnya.
Persib diprediksi melakukan beberapa rotasi dan pembenahan taktik. Efektivitas serangan, distribusi bola di lini tengah, serta koordinasi pertahanan akan menjadi sorotan utama.
Meski kalah telak pada leg pertama, Persib bukan tanpa peluang. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh bisa menjadi motivasi besar untuk mengejar defisit tiga gol.
