Sampai sekarang belum terdapat pernyataan resmi yang dapat memverifikasi tudingan video tersebut.
Narasi yang berkembang masih bertumpu pada unggahan pihak ketiga yang validitasnya belum bisa dipastikan.
Fenomena ini memperlihatkan betapa cepat reputasi digital seseorang dapat berubah hanya karena dorongan algoritma dan judul yang provokatif.
Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, pengguna internet diimbau tetap kritis, melakukan pengecekan sumber, serta tidak sembarangan membuka tautan yang beredar.
Bagaimanapun, keamanan data pribadi harus menjadi prioritas utama.
