Blok M Hub Dikeluhkan Pengap, Pemprov DKI Minta MRT Jakarta Tingkatkan Kinerja Fasilitas Pendingin

Kamis 12 Feb 2026, 20:16 WIB
Suasana Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Suasana Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta PT MRT Jakarta untuk meningkatkan kinerja fasilitas pendingin udara (AC) di kawasan Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang dikeluhkan pengap.

Staf Khusus Guberbur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim mengatakan, Pemprov DKI Jakarta secara khusus telah berkoordinasi dengan pihak MRT Jakarta.

"Sebagai tindak lanjut, PT MRT Jakarta selaku pengelola telah diminta untuk segera meningkatkan kinerja fasilitas pendingin udara (AC) dan sirkulasi," kata Chico melalui pesan singkat, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia mengatakan, Gubernur Pramono Anung sejak 2025 telah memerintahkan perbaikan AC secara menyeluruh, termasuk melalui lelang perbaikan sistem MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) di Blok M Hub.

Saat ini proses perbaikan dan penambahan unit AC sedang berjalan agar suhu lebih dingin dan udara tidak pengap.

"Kami juga sedang mengevaluasi desain keseluruhan untuk penambahan ventilasi alami dan shading tambahan agar kenyamanan jangka panjang lebih baik," ucap Chico.

Disamping itu, Chico tidak menampik bahwa belakangan ini memang terdapat banyak keluhan dari pengunjung terkait kondisi kawasan Blok M Hub yang pengap ketika ramai pengunjung.

"Keluhan mengenai area yang panas dan pengap memang ramai dibahas, terutama saat kawasan ramai pengunjung. Hal ini disebabkan oleh desain atap transparan yang memungkinkan masuknya sinar matahari serta volume pengunjung yang tinggi," tuturnya.

Pengawasan Ketat Dilakukan

Chico sangat prihatin dengan adanya aksi pencopetan di kawasan Blok M. Ia menyebut saat ini pihak kepolisian sedang menyelidiki keberadaan pelaku copet tersebut.

Disampaikannya, setiap hari terdapat tim keamanan gabungan yang berjaga secara bergantian shift 24 jam terdiri dari petugas gabungan.

"Jumlah personel disesuaikan dengan volume pengunjung dan situasi (bisa puluhan orang per shift di kawasan luas). Pasca-insiden terkini, jumlah patroli dan personel ditingkatkan," ucap Chico.

Ia menambahkan, Blok M Hub terintegrasi dengan Security Command Center MRT Jakarta yang memantau sekitar 315 unit kamera cctv di 13 stasiun dan area pendukung, termasuk Blok M.

"Semua rekaman bisa langsung diakses untuk investigasi cepat. Kami sedang mengevaluasi penambahan kamera di titik-titik blind spot," jelas Chico.

Pemprov DKI bersama PT MRT Jakarta akan melakukan evaluasi komprehensif desain dan fasilitas dalam waktu dekat, termasuk optimalisasi AC atau ventilasi dan penguatan keamanan.

"Kami juga mendorong masyarakat untuk tetap waspada, menjaga barang bawaan, dan melaporkan kejadian mencurigakan melalui call center atau petugas di lokasi," kata Chico.


Berita Terkait


News Update