KEBAYORAN LAMA, POSKOTA.CO.ID - Pedagang pakaian di Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memilih menutup toko ketika banjir melanda kawasan pasar.
Salah satu pedagang pakaian, Elin mengungkapkan membuka toko saat banjir dinilai hal yang percuma, sebab tak ada pengunjung.
"Karena pengunjung juga enggak ada, terus banjir, juga, kalau saya memilih nutup toko," kata Elin kepada Poskota di lokasi, Selasa, 10 Februari 2026.
Elin mengatakan, banjir melanda kios-kios pedagang Pasar Cipulir saat cuaca ekstrem melanda wilayah DKI Jakarta belum lama ini. Ia mengungkapkan kios-kios pedagang sampai tergenang air.
Baca Juga: Romi Jahat Sakit Apa? Ini Fakta Terakhir Sebelum Vokalis RTJ Meninggal Dunia
"Airnya mencapai hampir selutuh lah, sebetis lebih," ungkapnya.
Pedagang lain, Ardhi menyampaikan ketika banjir melanda, dirinya menjadi salah satu pedagang pakaian yang bertahan.
Ardhi tetap berjualan meski kondisi kawasan pasar tergenang air, karena dagangannya berada di tempat yang lebih tinggi dibanding kios-kios yang terendam banjir.
"Biasanya paling barang kita naik-naikin ke meja, ke bangku, ya diberesin aja sih barang-barangnya," tuturnya.
Baca Juga: IIMS 2026: PopBox Sediakan Smart Locker untuk Pengunjung Infinite Live dan Infinite Show
Menurutnya, banjir yang menggenangi kawasan Pasar Cipulir tidak berangsur lama. Ketika hujan reda, maka petugas akan langsung menyedot air yang menggenangi pasar.
"Soalnya kan langsung disedot, jadi kalau banjir langsung disedot jadi biasanya memang enggak lama," tuturnya.
Namun demikian, Ardhi mengungkapkan, banjir yang melanda kawasan Pasar Cipulir sangat mengganggu aktivitas pedagang, apalagi sebentar lagi akan dihadapkan dengan bulan Ramadan yang diprediksi pedagang akan ramai penjualan.
Ia berharap situasi tersebut bisa segera diperbaiki agar proses berjualan lancar saat Ramadan dan Lebaran Idulfitri.
"Harapannya bisa segera diperbaiki aja, jadi biar pas momen Ramadan, momen lebaran, itu enggak kebanjiran. Pedagang juga jualan jadi enak," ucapnya.