Ilustrasi - Amalan utama jelang puasa Ramadhan menurut Ustaz Adi Hidayat. (Sumber: Freepik)

RAMADHAN

Jangan Terlewat, Ini Amalan Utama 10 Hari Jelang Puasa Ramadhan 2026 ala Ustaz Adi Hidayat

Selasa 10 Feb 2026, 11:40 WIB

POSKOTA.CO.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam mulai bersiap menyambut momentum ibadah tahunan yang penuh keberkahan.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Berdasarkan kalender Masehi, Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan awal puasa di Indonesia tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama RI.

Selain itu, perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan oleh organisasi-organisasi Islam juga berpotensi menimbulkan perbedaan awal Ramadhan di masyarakat.

Melalui metode hisab hakiki wujudul hilal yang tertuang dalam Kalender Hijriah Global Tunggal, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama RI telah merilis Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang memperkirakan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat prediktif dan akan dikonfirmasi melalui sidang isbat dengan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dilansir Poskota dari kanal YouTube Suara Riang, pada Selasa, 10 Februari 2026, adapun beberapa amalan utama jelang puasa menurut Ustaz Adi Hidayat.

Baca Juga: Jadwal Libur Awal Puasa 2026 Anak Sekolah Kapan? Ini Tanggal Lengkapnya

Amalan Utama Jelang Puasa Ramadhan 2026

Dalam kajian tersebut, Ustaz Adi Hidayat kerap menekankan, Ramadhan seharusnya tidak disambut secara mendadak.

Persiapan ibadah perlu dilakukan sejak jauh hari, terutama pada 10 hari terakhir menjelang masuknya bulan puasa.

Persiapan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual, agar ketika Ramadhan tiba. Berikut beberapa amalannya.

1. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.

Membiasakan membaca Al-Qur’an sebelum Ramadhan akan memudahkan umat Islam menjaga ritme tilawah selama bulan puasa.

Ustaz Adi Hidayat menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai teman harian, baik dengan membaca, memahami maknanya, maupun mulai menghafal ayat-ayat pendek sebagai bekal ibadah Ramadhan.

2. Melatih Diri dengan Puasa Sunnah

Puasa sunnah, khususnya puasa Senin-Kamis atau puasa di bulan Syakban, menjadi latihan fisik dan mental sebelum menjalani puasa wajib Ramadhan.

Dengan membiasakan puasa sunnah, tubuh akan lebih siap dan tidak mengalami penurunan kondisi drastis saat memasuki bulan puasa.

Selain itu, puasa sunnah juga melatih kesabaran dan pengendalian diri, yang menjadi inti dari ibadah Ramadhan.

3. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Sepuluh hari menjelang Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan taubat.

Membersihkan hati dari dosa dan kesalahan menjadi langkah awal agar ibadah di bulan Ramadhan dapat diterima dengan lebih baik.

Ustaz Adi Hidayat sering mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan ampunan, namun kesiapan hati untuk bertaubat perlu dimulai sebelum Ramadhan tiba.

4. Menata Niat dan Target Ibadah Ramadhan

Persiapan penting lainnya adalah menata niat serta menyusun target ibadah selama Ramadhan.

Target tersebut bisa berupa jumlah khatam Al-Qur’an, konsistensi salat berjamaah, hingga peningkatan kualitas sedekah dan infak.

Dengan adanya target yang jelas, ibadah Ramadhan akan lebih terarah dan terukur, sehingga tidak berjalan secara spontan dan tidak konsisten.

Baca Juga: Sosok Seleb Makassar Viral Foto dengan Whip Pink Siapa? Ini Fakta yang Beredar

5. Memperbanyak Sedekah dan Kepedulian Sosial

Amalan sosial juga menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadhan.

Sedekah tidak harus selalu berupa materi, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk bantuan tenaga, perhatian, maupun perbuatan baik lainnya.

Menumbuhkan kebiasaan bersedekah sebelum Ramadhan akan memudahkan umat Islam menjaga kepedulian sosial selama bulan puasa, yang identik dengan nilai empati dan kebersamaan.

6. Menjaga Kesehatan dan Pola Hidup Seimbang

Selain persiapan spiritual, kesiapan fisik juga tidak boleh diabaikan.

Menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta mengurangi kebiasaan begadang menjadi bagian dari persiapan penting agar ibadah Ramadhan dapat dijalani dengan maksimal.

Dengan kondisi tubuh yang sehat, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, dan ibadah lainnya dengan lebih optimal.

Dengan persiapan matang, puasa Ramadhan 1447 H/2026 akan membawa dampak positif yang berkelanjutan dalam kehidupan umat Islam, baik secara spiritual maupun sosial.

Tags:
puasa Ramadhanpuasapuasa 2026Ramadhan 2026Ustaz Adi HidayatPuasa Ramadhan 2026

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor