JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang pelajar berinisial A meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur pada Senin, 9 Februari 2026.
Saat kejadian, korban sedang melintas menuju sekolah mengendarai sepeda motor, kemudian mengalami kecelakaan diduga akibat permukaan jalan berlubang dan tambalan yang tidak rata.
Pascaindsiden tersebut, korban sempat dievakuasi ke RS Polri untuk mendapatkan penanganan medis, namun nahas nyawanya tidak tertolong.
Pantauan Poskota di kediaman korban kawasan Manggarai Utara, Tebet, Jakarta Selatan, terlihat teman, kerabat, serta aparat lingkungan setempat telah berkumpul menunggu kedatangan jenazah.
Baca Juga: Viral Curanmor Todongkan Senpi, Polisi: Pencurian Gagal dan Tak Ada Korban Jiwa
Di mata teman dan tetangganya, korban A dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak banyak tingkah. Teman dekat korban di lingkungan rumah, Teguh, 17 tahun menyebut almarhum merupakan sosok yang ramah dan mudah bergaul.
“Baik orangnya Bang. Respons ke teman-teman juga oke. Cuma beberapa hari ini memang jarang main bola, lebih banyak di rumah sama keluarga,” ujar Teguh di lokasi.
Almarhum juga dikenal berperilaku sopan, dimana dalam kesehariannya korban sering bermain bola dan disebut senang memperbaiki dan mengutak-atik motor.
“Kalau enggak di rumah, paling benerin motor. Dia memang suka banget sama motor,” katanya.
Baca Juga: Viral CCTV Pelajar SMA Siram Air Keras ke Siswa Pelayaran di Cempaka Putih, Korban Luka di Mata
Korban diketahui duduk di kelas dua STM jurusan Teknik Pemesinan. Di sekolah, A dikenal sebagai siswa yang tidak menonjol namun juga tidak bermasalah. Teman sekelas korban, Baqi, 19 tahun menggambarkan karakter A sebagai siswa biasa saja yang tidak bandel dan juga tidak menonjol.
“Enggak terlalu aktif, biasa saja. Dibilang bandel enggak, dibilang paling baik juga enggak banget. Normal saja,” ujar Baqi.
Saat belajar, korban disebut tidak terlalu menonjol soal teori namun cukup mampu dalam praktik. Ia dinilai bisa mengikuti pelajaran kejuruan seperti pembubutan.
“Kalau praktik dia lumayan. Enggak paling pintar, tapi bisa. Kita kan Teknik Mesin, sering praktik ngebubut,” ucap Baqi.
Sikap korban terhadap guru juga dinilai baik dan tidak pernah menimbulkan masalah di kelas.
Baca Juga: Diduga Akibat Jalan Berlubang, Pelajar Tewas Kecelakaan Tunggal di Matraman Raya
Hal senada disampaikan Alvin, 18 tahun yang menyebut korban sebelumnya dikenal aktif dan suka bercanda, namun dalam dua pekan terakhir terlihat lebih pendiam.
“Belakangan ini lebih diam. Sebelumnya aktif, suka bercanda. Sudah sekitar dua mingguan kelihatan lebih tenang,” kata Alvin.
Ia juga menuturkan cerita dari keluarga korban bahwa almarhum belakangan mulai lebih rajin beribadah. Bahkan pada pagi hari sebelum kejadian, korban sempat meminta dibangunkan untuk salat Subuh dan mengaji pada malam sebelumnya.
“Dari cerita ibunya, dia sudah mulai rajin salat lagi. Semalam juga habis ngaji,” ujarnya. (cr-4)