Obrolan warteg tentang banjir, Senin, 8 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Nah Ini Dia

Obrolan Warteg: Banjir Jakarta Banyak Rugikan Rakyat Kecil

Senin 09 Feb 2026, 07:18 WIB

POSKOTA.CO.ID - Banjir yang kerap terjadi di Jakarta lebih banyak merugikan masyarakat kecil daripada kelompok ekonomi atas bertempat tinggal di kawasan elite. Orang di Menteng, Kebayoran Baru, hingga Pondok Indah tidak terdampak bencana ini.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla seusai kerja bakti bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung di wilayah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu, 8 Februari 2026.

“Betul juga ya, daerah Menteng, Kebayoran Baru dan Pondok Indah jarang terkena banjir. Kalaupun tergenang, pada jalan sekitar menuju kawasan tersebut,” kata Heri, mas Bro, dan Yudi dalam obrolan di warteg langganannya.

“Bukannya ketiga daerah tersebut memang termasuk kawasan bebas banjir, sehingga tidak terkena banjir. Beda dengan daerah langganan banjir, hujan sebentar jalanan tergenang,” kata Yudi.

Baca Juga: Banjir di Citeureup Pandeglang, Akses Jalan dan Rumah Warga Terendam

“Yang jelas, jika banjir datang, rakyat kecil langsung meriang karena tadi, tak sedikit yang rumahnya terendam. Nggak bisa berangkat kerja karena akses ke tempat kerja tertutup,” urai Heri.

“Toko-toko dan warung-warung kecil tutup. Pedagang kaki lima tutup. Nggak bisa juga jualan gorengan di pinggir jalan, sementara dapur harus terus ngebul. Itulah gambaran rakyat kecil yang mengandalkan penghasilannya dari kerja harian,” urai mas Bro.

“Tapi kalau banjir, semuanya ikut rugi. Yang bermobil, yang punya kantor bertingkat, pemodal besar pun ikut menanggung kerugian akibat akses jalan tertutup banjir,” ujar Yudi.

“Bedanya, kalau rakyat kecil, pekerja lepas harian, sepekan banjir penghasilan menghilang, cadangan berkurang. Itu kalau masih punya simpanan. Itulah mengapa rakyat kecil banyak menanggung kerugian, tak hanya yang wilayahnya terendam,” ucap mas Bro.

Baca Juga: Cegah Banjir dan Genangan, Forkopimko Jakbar Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air hingga Perbaiki Fasum

“Tapi ada pesan dari Pak JK, agar warga masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan seperti mampetnya saluran, sampah yang berserakan masuk ke kali dan gorong-gorong. Sebab, mampetnya saluran menjadi salah satu penyebab banjir kian melebar,” kata Yudi.

“Karena itu, warga bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan masing-masing. Jika tidak, dampak banjir akan merugikan diri sendiri, diri kita semua,” kata Heri.

“Jadi kalau banjir siapa yang disalahkan?" tanya Yudi.

“Enggak usah saling menyalahkan dan mencari-cari kesalahan pihak lain. Kalau mencari penyebabnya cukup rumit dan kompleks, serumit mengatasi masalah banjir itu sendiri dari hulu hingga hilir,” timpal mas Bro.

“Yang terpenting bagaimana kita semua menjaga lingkungan kita sendiri agar terbebas dari banjir, setidaknya berkurang dampaknya,” kata Heri. (Joko Lestari)

Tags:
obrolan wartegbanjir Jakarta

Tim Poskota

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor