TAMBORA, POSKOTA.CO.ID - Jagat maya sempat dihebohkan rekaman video yang memperlihatkan seorang pria menggotong karung diduga berisi tubuh manusia di kawasan Tambora, Jakarta Barat.
Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @warga.jakbar, terlihat pria tersebut membawa karung berukuran cukup besar, sehingga diduga berisi tubuh manusia sedang melintas di permukiman padat penduduk.
Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung membantah pria yang membawa karung berisikan tubuh manusia tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata pria tersebut membawa seekor biawak hidup.
"Iya, biawaknya itu masih hidup. Karena nggak ada duit, dia jalan kaki (bawa biawaknya). Jadi mampir-mampir di rawa-rawa itu," ujar Arfan kepada wartawan, Minggu, 8 Februari 2026.
Baca Juga: Tinjau Kerja Bakti Massal, Pramono Seloroh Soal Nyemplung Gorong-Gorong
Berdasarkan hasil penyelidikan, terungkap bahwa pria tersebut telah membeli biawak di salah satu pasar hewan dan rencananya akan dipelihara.
"Ya kan di pasar hewan itu ada, yang jual-beli gitu. Mau dipelihara," kata dia.
Arfan menyebut pihaknya juga telah mendatangi kontrakan pria tersebut untuk mengeceknya secara langsung.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya aktivitas kriminal dari pria yang dinarasikan dalam unggahan video rekaman kamera pengawas yang viral di media sosial tersebut.
Baca Juga: Cegah Aksi Pencurian, Penopang Jalan Tol Wiyoto Wiyono Diganti Pakai Bahan Panel Fiber
"Polisi mendatangi ke tempat kontrakannya, diklarifikasi. Dia menggunakan baju sesuai dengan yang di video itu. Ya sudah, benar. Jadi tidak kita bawa ke Polsek, hanya klarifikasi karena tidak ada pelanggaran juga kan. Memang dia mau pelihara," ungkap Arfan.
Berdasarkan keterangan pria tersebut, biawak dibawa hidup-hidup di kawasan Petojo untuk dipelihara.
Ia juga memastikan tidak ada tindak pidana dalam video viral yang sempat membuat heboh media sosial tersebut.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Sawah Besar Sebabkan Lansia Tewas, Diduga jadi Gudang Dekorasi Pernikahan
"Dia pengen ngerawat aja. Jadi istilahnya kerjanya ya bisa dibilang macam-macam lah, enggak menetap," ujarnya. (pan)