Deddy Mizwar kritik Pemerintah menggunakan syair puitis yang ia beri nama surat (Sumber: Instagram/@deddy_mizwar)

Nasional

Deddy Mizwar Bereaksi atas Bunuh Diri Siswa SD Ngada, Syairnya Tampar Nurani Pemerintah

Minggu 08 Feb 2026, 15:31 WIB

POSKOTA.CO.ID - Aktor senior sekaligus budayawan, Deddy Mizwar, menyuarakan keprihatinan mendalam atas tragedi bunuh diri yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa memilukan itu disebut-sebut berkaitan dengan tekanan kemiskinan ekstrem yang membelit keluarga korban. Kabar tersebut menggugah empati banyak pihak, termasuk Deddy Mizwar.

Melalui akun Instagram pribadinya, @deddy_mizwar. Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut membagikan sebuah syair puitis yang ia namai sebagai “surat”.

Bukan sekadar ungkapan belasungkawa, tulisan itu juga menjadi kritik sosial yang tajam terhadap pemerintah dan para pengambil kebijakan.

Baca Juga: Link Video Viral Cukur Kumis Bikin Heboh, Benarkah Ada Versi Full hingga Puluhan Menit? Ini Faktanya

Tragedi di Jerebuu dan Gugatan untuk Negara

Deddy Mizwar membagikan sebuah syair puitis kritik sosial untuk Pemerintah (Sumber: Instagram/@deddy_mizwar)

Dalam syairnya, Deddy menggambarkan seorang anak kelas 4 SD yang “menggantungkan mimpi” di dahan pohon cengkeh. Anak itu, menurutnya, hanya menginginkan hal sederhana: buku dan pena.

Di Jerebuu yang sunyi, seorang anak kelas 4 SD menggantung mimpinya di dahan cengkeh yang terlalu tua untuk menampung duka sekecil itu. YBR. Yang hanya ingin buku dan pena. Dua benda sederhana yang tak pernah dianggap penting oleh para pemilik panggung retorika," kata Deddy, membawakan syair tersebut, dikutip Minggu, 8 Februari 2026.

Ia juga menuturkan perjuangan seorang ibu yang berupaya menyelamatkan harapan buah hatinya.

"Ibunya menabung dengan air mata. Mengikat harapan dengan kain lusuh. Namun kemiskinan selalu lebih cepat daripada langkah seorang ibu. Dan sebelum pagi benar-benar lahir. Ia telah menulis surat terakhir. Bukan untuk dunia, tapi untuk perempuan yang ia panggil Mama," ucapnya.

Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Siswa SD di NTT, Wujud Negara Abai Atas Pemenuhan Hak Dasar Anak

Syair tersebut lalu menjelma menjadi gugatan moral.

"Dengan kata-kata yang jauh lebih tajam daripada pidato mana pun yang pernah dilontarkan oleh para pemimpin dan para penjilat yang bersorak di panggung politik yang penuh dusta! Betapa bising nya negeri ini, ketika mulut-mulut penuh janji tidak pernah mendengar anak kecil yang hanya meminta kesempatan hidup," tuturnya tajam.

"Di bawah pohon cengkeh itu menjadi saksi bisu. Kita membaca ironi bangsa sendiri, bahwa kadang, yang mati bukan hanya seorang anak, tapi juga nurani kita," ujarnya lagi.

Di bagian akhir, Deddy menyampaikan duka mendalam kepada ibu korban. Ia pun memohon maaf karena merasa belum mampu berbuat sesuatu untuk mencegah tragedi itu terjadi.

Baca Juga: Bicara Perdamaian Global, Rocky Gerung Kritik Pemerintah soal Anak Sekolah Kesulitan Beli Alat Tulis di NTT

Baginya, di tanah Jerebuu kini tersisa jejak kaki kecil yang tak sempat menuntut haknya untuk hidup lebih baik, sementara seorang ibu harus menerima kenyataan pahit kehilangan dunianya.

"Di Jerebuu, NTT. Di mana bumi masih menyimpan jejak sepasang kaki kecil yang tak sempat menuntut hak yang tak pernah didengar. Dan langit entah bagaimana. Tak lagi biru bagi seorang mama yang kehilangan dunia dalam selembar surat. Maafkan kami, Nak. Maafkan ketidakberdayaan kami untuk menolongmu," ujarnya mengakhiri syair dengan tangis.

Tags:
syair puitisMantan Wakil Gubernur Jawa BaratInstagramkemiskinan ekstremNTTNusa Tenggara TimurKabupaten NgadaJerebuusiswa sekolah dasartragedi bunuh diriDeddy MizwarbudayawanAktor

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor