CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID - Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat menggelar kegiatan bersih-bersih atau kerja bakti di RW 02 Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu, 8 Februari 2026.
Pantauan Poskota di lokasi, pemerintah dan masyarakat sekitar bersama-sama membersihkan wilayah, mulai dari saluran air hingga aliran Kali Mookervart.
Selain itu, sisa-sisa sampah yang masih berjejeran pasca banjir kemarin juga turut dibersihkan.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menjelaskan bahwa kerja bakti ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026.
Baca Juga: Profil Sulianto Indria Putra: Asal Usul Keluarga, Agama, Usia, dan Fakta Kekayaan yang Terkuak
Fokus utama kegiatan adalah pencegahan banjir dan genangan air, seiring masih tingginya potensi hujan hingga Februari.
"Kerja bakti ini bertujuan mengoptimalkan saluran pembuangan air menuju drainase makro dan sungai, terutama di titik-titik rawan genangan," kata Iin kepada wartawan di lokasi.
Iin mengatakan, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu meninggalkan volume sampah yang cukup besar. Salah satunya yang berada di lokasi ini.
Dalam waktu sekitar 48 jam, Pemkot Jakarta Barat mengerahkan hampir 30 armada truk untuk mengangkut sampah di wilayah Cengkareng, khususnya Rawa Buaya.
Baca Juga: Suzuki e-VITARA Hadir dengan Banyak Kelebihan, dari Fitur Safety hingga Garansi Panjang
“Kondisi ini menunjukkan pentingnya kerja bakti rutin. Pastikan tidak ada sampah, sedimen, maupun rumput yang menghambat aliran air,” tegasnya.
Iin menambahkan, kerja bakti dilaksanakan serentak di delapan kecamatan di Jakarta Barat.
Selain pembersihan saluran dan pengangkutan sampah, kegiatan juga meliputi pengerukan lumpur, pemangkasan pohon, penataan taman dan trotoar, pembersihan badan air, serta perbaikan ringan jalan yang terdampak banjir.
Iin juga menekankan pentingnya sterilisasi trotoar dari parkir liar, papan iklan ilegal, hingga spanduk yang mengganggu keindahan kota.
"Kerja bakti ini menjadi wujud sinergi dan gotong royong. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita libatkan masyarakat, RT, RW, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha,” pungkasnya.