Komentar warganet tersebut mengaku berasal dari peserta PPIH satu sektor yang sama dengan Chiki. Ia memaparkan bahwa proses seleksi petugas melibatkan masa pendidikan dan pelatihan yang panjang, termasuk latihan fisik semi militer.
Dalam komentar itu disebutkan bahwa peserta wajib memiliki komitmen penuh melayani jemaah dan tidak boleh memiliki niat pribadi untuk berhaji. Kementerian Agama digambarkan menjalankan seleksi serius dengan tes kesehatan berlapis serta evaluasi ketat.
Disebut pula bahwa sejumlah peserta dipulangkan karena kondisi fisik tidak memenuhi standar, memiliki masalah kesehatan berat, atau melanggar aturan selama pelatihan. Komentar tersebut juga menyinggung ketidaknyamanan peserta lain akibat kegaduhan yang muncul setelah pemberhentian artis berusia 37 tahun itu.
Respons Chiki Fawzi dan Reaksi Publik
Menanggapi polemik yang berkembang, Chiki menyampaikan refleksi melalui media sosial dengan menyinggung persoalan fitnah. "Fitnah dan adu domba di mana-mana. Semoga kita bisa terbebas dari fitnah dan adu domba ya, dan tetap teguh pada iman dan apa yang menjadi landasan kita," tulisnya.
Namun pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kritik. Sejumlah warganet tetap menyoroti sikap Chiki selama tampil di televisi, menilai ia kurang menunjukkan adab berbicara serta kerap memotong penjelasan host.
Peristiwa ini pun memperpanjang diskusi publik, tidak hanya soal polemik petugas haji, tetapi juga mengenai etika komunikasi di ruang siaran langsung.
