Baca Juga: Inilah Ayat Tentang Puasa Ramadan dalam Al-Qur’an Beserta Penjelasannya
1. Dua Hari Raya
Puasa pada tanggal 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri dilarang Rasulullah SAW. Keterangan ini didasarkan dari beberapa hadits yang menyebutkan bahwa hari raya Idulfitri adalah hari orang-orang makan setelah 1 bulan menjalankan puasa Ramadan.
Sebagaimana diterangkan dalam hadits Riwayat muslim, Rasulullah SAW melarang umatnya berpuasa di dua hari raya, Idulfitri dan idul adha.
Dari Abu Sa’id Al Khudri RA berkata: an rsol allh -sl allh aalyh oslm- nh aan syam yomyn yom alftr oyom alnhr.
Artinya: Rasulullah SAW melarang berpuasa di dua hari yaitu Idulfitri dan Idul Adha (HR Muslim)
2. Hari-Hari di Bulan Ramadhan
Mengganti puasa dianggap tidak sah jika dilakukan di hari-hari bulan Ramadan. Pendapat ini disetujui oleh tiga imam besar Mazhab karena waktu tersebut diwajibkan untuk berpuasa Ramadan untuk tahun itu saja.
3. Hari Bernazar
Hari bernazar merupakan hari yang bertepatan dengan hari ditentukannya seseorang untuk melaksanakan puasa nazar. Keterangan ini didasarkan dari pendapat Mazhab Maliki dan Syafi’i.
Namun pendapat yang berbeda dari Mazhab Hanafi yang berpendapat, puasa qadha seseorang tetap sah jika dikerjakan di hari yang sudah ditentukan untuk bernazar.
4. Hari Tasyrik
