POSKOTA.CO.ID - Nama Dharma Pongrekun kembali menjadi perbincangan publik setelah Epstein Files dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ).
Mantan kandidat calon Gubernur DKI Jakarta itu mendadak viral di media sosial, seiring munculnya kembali pernyataan kontroversialnya yang pernah disampaikan dalam debat Pilgub DKI Jakarta 2024.
Sorotan terhadap Dharma tidak muncul secara tiba-tiba. Publik mengaitkannya dengan salah satu dokumen Epstein Files yang memuat korespondensi email antara mendiang Jeffrey Epstein dan pendiri Microsoft, Bill Gates, pada tahun 2017.
Dalam dokumen Epstein Files tersebut, Jeffrey Epstein disebut membahas gagasan terkait pandemi serta sistem digital untuk mengelola data kesehatan masyarakat.
Isi email ini kemudian ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun X (sebelumnya Twitter) @usanewshq pada 2 Februari 2026.
"Kumpulan berkas Epstein terbaru mengungkap bahwa Bill Gates telah membahas 'simulasi pandemi strain' dengan Jeffrey Epstein sejak tahun 2017. Pfizer, BioNTech, Mdoerna, dan Sinovac seperti yang dilaporkan oleh SOMO menghasilkan keuntungan sekitar $90 miliar dari vaksin COVID-19 pada tahun 2021-2022," tulis akun tersebut.
Sejumlah pihak menduga bahwa pembahasan mengenai simulasi pandemi pada 2017 memiliki keterkaitan dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada 2020.
Terkuaknya email tersebut membuat publik Indonesia kembali mengingat pernyataan Dharma Pongrekun dalam debat Pilgub DKI Jakarta 2024.
Saat itu, pernyataannya menuai kritik luas dan dianggap kontroversial oleh banyak pihak.
“Saya paham betul tentang pandemi ini agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan negara,” ucap Dharma.
Namun, situasi tersebut berubah setelah Epstein Files dirilis dan memunculkan kembali narasi global terkait pandemi, teknologi, dan kepentingan elite internasional.
Perubahan konteks informasi tersebut berdampak pada persepsi publik terhadap sosok Dharma Pongrekun.
Sejumlah warganet mulai meninjau ulang pandangan mereka, bahkan sebagian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Lantas, siapa sebenarnya Dharma Pongrekun? Apa latar belakang pendidikan dan kariernya, serta apa agama yang dianut oleh mantan jenderal Polri tersebut?
Berikut profil lengkap Dharma Pongrekun, eks jenderal Polri yang kembali disorot publik usai rilis Epstein Files.
Baca Juga: Link Video Viral Cukur Kumis Bikin Heboh, Benarkah Ada Versi Full hingga Puluhan Menit? Ini Faktanya
Dharma Pongrekun Siapa dan Apa Agamanya?
Dharma Pongrekun merupakan seorang purnawirawan perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia yang lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada 12 Januari 1966.
Dari sisi keyakinan, Dharma diketahui menganut agama Kristen. Ia berasal dari keluarga berdarah Toraja.
Pendidikan formal Dharma sendiri dimulai di Akademi Kepolisian (Akpol), dan lulus pada tahun 1988.
Sejak saat itu, Dharma memulai pengabdian panjangnya di tubuh Polri. Karier Dharma Pongrekun di Kepolisian Republik Indonesia terbilang panjang dan konsisten.
Ia mengabdi selama 36 tahun, terhitung sejak kelulusannya dari Akpol pada 1988 hingga resmi memasuki masa purnatugas pada 2024.
Pangkat terakhir yang disandangnya adalah Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi, salah satu pangkat tertinggi di struktur kepolisian nasional.
Dia juga tercatat menempuh pendidikan lanjutan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Bhayangkara.
Dari kedua institusi tersebut, Dharma meraih gelar magister di bidang Manajemen dan Ilmu Hukum.
Bekal akademik ini menjadi fondasi penting dalam mendukung perannya di berbagai jabatan strategis.
Selain pendidikan formal, Dharma Pongrekun juga menerima penghargaan akademik berupa gelar Doktor Kehormatan (Dr. H.C.) di bidang Kemanusiaan dari MBC University, Depok.
Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam bidang kemanusiaan, penegakan hukum, serta pengabdian kepada negara.
Salah satu ciri menonjol dalam perjalanan karier Dharma Pongrekun adalah pengalamannya di bidang keamanan siber dan intelijen.
Dirinya dikenal memiliki latar belakang kuat dalam penanganan kejahatan berbasis teknologi serta pengamanan informasi strategis negara.
Puncak kiprahnya di sektor ini terlihat ketika Dharma dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Dalam posisi tersebut, ia berperan dalam penguatan sistem keamanan digital nasional, termasuk perlindungan data dan infrastruktur informasi strategis.
Selain itu, Dharma pernah menduduki jabatan sebagai Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN.
Sepanjang kariernya di Polri, Dharma Pongrekun menempati berbagai jabatan strategis yang berkaitan langsung dengan penegakan hukum dan perencanaan organisasi.
Dia juga pernah menjabat sebagai Perwira Tinggi Bareskrim Polri, Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Karorenmin) Bareskrim Polri, serta Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipnarkoba) Bareskrim Polri.
