TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang untuk menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi cuaca ekstrem di awal tahun 2026 agar tidak terjadi gagal panen khususnya pada bidang persawahan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Holiludin mengatakan langkah antisipasi seperti pendampingan petani dapat dilakukan untuk menghindari gagal panen.
"Dengan penguatan dan pendampingan petani dan pengolahan irigasi yang benar dapat dilakukan agar target produksi tetap tercapai walaupun dihadapkan dengan cuaca ekstrem yang tidak menentu," ucap Holiludin, Minggu, 1 Februari 2026.
Lebih lanjut, Holiludin menyebut pihaknya berkomitmen mengawal anggaran yang digunakan untuk mendukung pada sektor pertanian.
"Kami sangat mendukung sektor pertanian agar target panen yang telat ditetapkan dapat terealisasi di tahun 2026 ini," ungkapnya.
Ia juga mengatakan Kota Tangerang dapat mendukung program ketahanan pangan daerah maupun pada tingkat nasional.
"Kami juga menjalankan pengawasan di seluruh program pertanian agar semua tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat," tuturnya.
Target Produksi 864 Ton Beras
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Mohduron menyebutkan target produksi Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 846 ton beras atau 1.692 ton dari 98 hektare lahan di tahun 2026.
Baca Juga: Jadwal One Way Puncak Bogor Hari Ini 1 Februari 2026: Arah Turun ke Jakarta Situasional
Kendati demikian untuk mencapai target tersebut, kelompok tani akan diupayakan tiga kali panen dalam setahun agar menambah produktivitas beras di wilayah Kota Tangerang.
“Harapannya swasembada beras yang sedang digencarkan dapat berkontribusi besar menciptakan stabilitas komoditas beras, khususnya di Kota Tangerang secara jangka panjang,” kata Muhdorun.
Adapun dukungan dari pemkot yakni pemberian traktor, pompa air serta meminjamkan alat pengolahan sawak kepada petani.
Tercatat ada 13 kelompok tani dan 113 kelompok wanita tani (KWT) serta 98 hektare lahan kosong.
“Selain bantuan, kita juga perbaiki saluran irigasi yang bermasalah dengan harapan meski musim kemarau, petani tetap bisa panen maksimal,” ucapnya.