Viral Hoaks Kematian Andra ST di Media Sosial (Sumber: Instagram/@andrastyt_)

HIBURAN

Benarkah Andra St Meninggal? Ini Fakta di Balik Rumor yang Viral di Media Sosial

Minggu 01 Feb 2026, 19:38 WIB

POSKOTA.CO.ID - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kabar yang menyebutkan bahwa kreator gaming Andra ST meninggal dunia. Rumor tersebut tersebar melalui potongan video di TikTok, status WhatsApp, hingga unggahan Instagram berbau duka cita.

Narasi yang dipakai hampir selalu sama: akun anonim mengunggah video sedih tanpa sumber jelas, memancing kepanikan, lalu komentar warganet penuh spekulasi. Banyak penggemar akhirnya ikut menyebarkan kabar tersebut tanpa melakukan verifikasi.

Padahal, isu terkait nyawa dan reputasi seseorang adalah ranah sensitif yang membutuhkan kehati-hatian ekstrem sebelum dibagikan.

Baca Juga: Sindrom Peter Pan Apakah Bisa Sembuh? Onadio Leonardo Ungkap Kondisi Psikologisnya Usai Rehabilitasi

Profil Singkat – Siapa Andra ST?

Untuk memahami mengapa rumor ini cepat memancing emosi, kita perlu mengenal sosok yang dimaksud.

Nama asli Andra ST adalah Febrian Paundra Alditama, kreator gaming asal Sukoharjo, kelahiran 28 Februari 2005. Ia dikenal melalui gaya bermain gim yang khas, humor yang kuat, dan konsistensi dalam mengunggah video di YouTube.

Beberapa media hiburan pernah mengulas kisah masa kecil Andra, termasuk pengalaman kecelakaan yang sempat dialaminya. Namun kutipan tersebut kerap dipelintir oleh oknum tidak bertanggung jawab. Video lama diunggah ulang tanpa konteks, sehingga muncul seolah-olah insiden itu baru saja terjadi.

Dalam satu sesi konten xhannel Youtube @Andra ST, Andra pernah berkata, “Dulu aku memang pernah kecelakaan waktu kecil, tapi itu sudah lewat bertahun-tahun.”

Sayangnya, potongan kalimat ini sering dijadikan bahan clickbait untuk menggiring opini publik.

Mengapa Hoaks Ini Mudah Viral?

1. Istilah “kematian” dalam budaya gaming

Dalam dunia gim, frasa seperti “mati zone”, “kill”, hingga “one shot dead” adalah istilah teknis. Banyak kreator memakai kata tersebut dalam candaan atau judul video.

Oknum pembuat konten memanfaatkan ambiguitas ini. Mereka membuat judul dramatis seperti “Andra ST tewas?” untuk memancing klik. Model clickbait semacam ini sangat efektif di platform berbasis rekomendasi otomatis seperti TikTok.

2. Akun re-uploader yang tidak bertanggung jawab

Banyak akun memotong video lama, menghilangkan konteks, menambah musik melankolis, lalu membuat narasi seolah itu kejadian baru. Ditambah lagi rendahnya literasi digital membuat sebagian pengguna hanya membaca judul tanpa mengecek tanggal unggahan dan sumber asli video.

Baca Juga: Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Selebgram Lula Lahfah

Youtube Andra ST Masih Aktif

Cara termudah membuktikan hoaks ini adalah memeriksa jejak digital resmi.

1. Aktivitas terbaru di YouTube

Penelusuran pada kanal resmi Andra ST menunjukkan bahwa ia masih sangat aktif. Video terbaru bahkan tercatat diunggah dalam hitungan jam hingga beberapa hari terakhir.

Kreator konten yang tetap memproduksi video baru jelas tidak sedang dalam kondisi meninggal dunia.

2. Tidak ada rilis resmi dari keluarga atau manajemen

Jika benar seorang figur publik meninggal, pihak keluarga atau tim biasanya akan mengeluarkan pernyataan resmi. Sampai artikel ini ditulis, tidak ada pengumuman apa pun dari pihak terkait.

3. Tidak ada liputan media kredibel

Media arus utama (mainstream) tidak pernah menurunkan berita mengenai kematian tersebut. Ini merupakan petunjuk kuat bahwa kabar itu tidak benar. Jadi, apakah benar Andra ST meninggal dunia?

Jawabannya: TIDAK.

Kabar tersebut adalah hoaks, tidak didukung data valid, tidak ada pernyataan keluarga, dan tidak ada liputan media kredibel. Aktivitas digital Andra ST yang masih rutin memperkuat fakta bahwa ia dalam kondisi baik.

Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan narasi duka yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jika menemukan konten serupa, lakukan verifikasi sederhana:

Tags:
Hoaks kreator gamingFakta Andra STAndra ST meninggal duniaHoaks Andra ST

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor