Jangan Sepelekan! Ini Dampak Jika Telat Bayar Shopee Paylater yang Jarang Disadari

Sabtu 31 Jan 2026, 15:15 WIB
Telat bayar Shopee PayLater dapat menyebabkan denda 5 persen, penurunan skor kredit, hingga akun diblokir permanen. Ini risiko yang wajib diwaspadai pengguna Paylater. (Sumber: Poskota/AI Generated)

Telat bayar Shopee PayLater dapat menyebabkan denda 5 persen, penurunan skor kredit, hingga akun diblokir permanen. Ini risiko yang wajib diwaspadai pengguna Paylater. (Sumber: Poskota/AI Generated)

POSKOTA.CO.ID - Shopee Paylater menjadi salah satu layanan paylater paling diminati masyarakat Indonesia. Popularitasnya terus meningkat seiring kemudahan berbelanja dengan sistem cicilan instan yang ditawarkan platform e-commerce tersebut.

Mayoritas pengguna Buy Now Pay Later (BNPL) menggunakan layanan Shopee paylater mengaku paling sering menggunakan Shopee Paylater. Angka ini menegaskan posisi Shopee Paylater sebagai layanan paylater terpopuler di Tanah Air.

Kemudahan transaksi, bunga cicilan ringan, hingga promo 0 persen untuk tenor tertentu membuat banyak pengguna merasa terbantu. Namun di balik kemudahan itu, terdapat risiko serius yang sering diabaikan, terutama jika pengguna telat membayar tagihan.

Keterlambatan pembayaran Shopee Paylater bukan hanya soal denda, tetapi juga dapat berdampak panjang pada kondisi finansial dan reputasi kredit pengguna. Lantas, apa saja bahaya yang bisa terjadi jika telat membayar Shopee Paylater?

Baca Juga: Paylater Makin Populer di Kalangan Gen Z, OJK Ingatkan Bahaya Kredit Macet

Denda Keterlambatan yang Terus Bertambah

Dampak paling cepat dirasakan saat telat membayar Shopee Paylater adalah denda keterlambatan. Shopee menerapkan denda sebesar 5 persen dari total tagihan yang belum dibayarkan.

Sekilas persentase tersebut tampak kecil, namun nominalnya bisa cukup besar jika nilai tagihan tinggi. Sebagai contoh, tagihan Rp2 juta akan dikenakan denda Rp100 ribu hanya karena terlambat satu bulan. Jika tunggakan berlanjut, jumlah denda akan terus bertambah dan semakin membebani keuangan.

Tak hanya itu, pengguna juga berisiko kehilangan akses ke berbagai promo menarik seperti cashback, voucher diskon, hingga penawaran eksklusif lainnya.

Skor Kredit Menurun dan Tercatat di SLIK OJK

Bahaya lain yang sering luput dari perhatian adalah penurunan skor kredit. Riwayat pembayaran Shopee Paylater dilaporkan ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Ketika pengguna tercatat menunggak, data tersebut dapat memengaruhi penilaian lembaga keuangan di masa depan. Saat mengajukan KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman usaha, skor kredit menjadi salah satu faktor utama penilaian.

Jika keterlambatan terjadi berulang kali, reputasi kredit bisa memburuk dan membuat pengajuan pinjaman ditolak atau dikenakan bunga lebih tinggi karena dianggap berisiko.

Baca Juga: Daftar 10 Aplikasi Paylater Termudah di Indonesia yang Paling Cepat Disetujui 2026

Fitur Shopee Paylater Bisa Diblokir

Pengguna yang sering telat membayar tagihan berisiko kehilangan akses ke fitur Shopee Paylater. Shopee dapat melakukan pembatasan sementara hingga penonaktifan fitur secara permanen.

Kondisi ini tentu merugikan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan PayLater untuk kebutuhan mendesak. Pemblokiran juga menandakan turunnya tingkat kepercayaan sistem terhadap akun pengguna, yang dapat memengaruhi peluang mendapatkan layanan keuangan digital serupa di platform lain.

Proses Penagihan yang Mengganggu Privasi

Ketika tagihan Shopee Paylater menunggak, pihak Shopee dan mitranya akan melakukan penagihan melalui berbagai saluran, mulai dari notifikasi aplikasi, SMS, email, hingga panggilan telepon.

Jika keterlambatan terus berlanjut, intensitas penagihan bisa meningkat. Dalam beberapa kasus, pihak penagih atau debt collector dapat mendatangi rumah atau tempat kerja pengguna.

Situasi ini tidak hanya mengganggu privasi, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan mental, mengganggu produktivitas kerja, hingga berdampak pada hubungan sosial, terutama jika orang terdekat ikut dihubungi.

Baca Juga: Hati-hati Pakai PayLater! Ini 3 Risiko Besar yang Perlu Diwaspadai

Berisiko Masuk Daftar Hitam Kreditur

Dampak paling serius dari telat membayar Shopee Paylater dalam jangka panjang adalah masuk daftar hitam atau blacklist kreditur. Status ini membuat pengguna sangat sulit mendapatkan pinjaman dari bank, leasing, maupun fintech yang terdaftar di OJK.

Bahkan pengajuan kredit dengan jaminan pun berpeluang besar ditolak. Selain itu, Shopee juga berhak memblokir akun pengguna secara permanen, bukan hanya fitur Paylater.

Akibatnya, pengguna kehilangan akses untuk berbelanja, mengelola pesanan, hingga menggunakan berbagai fitur penting di platform Shopee.


Berita Terkait


News Update