JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatatkan, banjir setinggi 210 cm di 18 RT Kampung Melayu, Jakarta Timur, sudah berangsur surut, Sabtu, 31 Januari 2026.
"Adapun genangan yang sudah surut Kelurahan Kampung Melayu 18 RT," kata Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji kepada Poskota, Sabtu, 31 Januari 2026.
Meski banjir sudah surut, ratusan pengungsi masih tertahan di tempat pengungsian di SDN Kampung Melayu 01 dan 02. Jumlah pengungsi sebanyak 66 KK atau 187 Jiwa.
Wilayah Tergenang Banjir
Sementara itu, Isnawa menyebutkan, lima RT di Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara masih terdampak banjir setinggi 45 cm.
Baca Juga: Banjir di Kapuk Muara dan Marunda Jakut Belum Surut, Ketinggian Air Capai 45 Cm
"BPBD mencatat saat ini terdapat lima RT tergenang, Adapun data wilayah terdampak Jakarta Utara terdapat lima RT, yang terdiri dari Kelurahan Kapuk Muara 1 RT dan Kelurahan Marunda 4 RT," ujarnya.
Menurutnya, banjir disebabkan luapan Kali Angke dan Nagrak yang tidka mampu menahan derasnya air hujan terus menerus.
Isnawa mengatakan, empat RT yang terendam mengakibatkan puluhan 20 KK atau 40 jiwa harus bertahan di tempat pengungsian di sebuah masjid.
Selain itu, dia menyebut, terdapat 1 ruas jalan yang terjadi genangan di Jakarta Utara.
Baca Juga: Warga Mengungsi ke Sekolah, Pramono Anung Ungkap Penyebab Banjir Rendam Jakarta
"Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. Ketinggian 15 cm dan penyebab Curah HujanTinggi dan ROB," katanya.
Penanganan Banjir
Dalam upaya penanganan, BPBD Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah.
"Dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," katanya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan dan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," tuturnya. (cr-4)
