Salah satu warga Vera, 42 tahun mengatakan, air mulai menggenangi rumah sejak Kamis, 29 Januari 2026 malam.
"Dari semalam airnya mulai naik lagi, dari pukul 02.00 WIB dini hari lah sampai pukul 07.00 WIB pagi tadi air terus naik," kata Vera kepada Poskota di lokasi, Jumat, 30 Januari 2026.
Vera menyampaikan, dirinya mulai memilih mengungsi setelah air yang menggenangi rumahnya sudah mencapai pinggangnya. Karena itu, ia memilih untuk mengungsi karena ada anak kecil.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Januari 2026: Ukuran 24 Karat Melambung hingga Rp2,76 Juta per Gram
"Udah enggak bisa ditempatin, anak-anak kasihan, entar malah pada sakit, tidurnya juga jadi susah," ucap dia.
Vera menyebut, banjir di kawasan rumahnya itu memang sudah kerap terjadi. Apalagi ketika intensitas hujan yang cukup tinggi.
Namun sebelumnya, ibu rumah tangga itu mengungkapkan bahwa banjir sempat mulai surut sejak cuaca ekstrem yang melanda Jakarta minggu lalu.
"Minggu lalu banjir sampai tiga hari, tapi airnya enggak terlalu tinggi. Kalau sekarang, tadi pagi itu airnya udah tinggi, listrik juga udah mati," ucap dia.
Senada dengan Vera, Susanti, 53 tahun, warga lainnya juga memilih mengungsi karena khawatir anaknya yang masih kecil sakit.
"Karena ada anak-anak, jadi ngungsi. Terus juga enggak ada listrik, jadi ya mending ngungsi," ucap dia.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, di lokasi pengungsian SD Negeti 02 Kampung Melayu, terdapat 41 kepala keluarga terdiri dari 152 jiwa mengungsi di lokasi tersebut.
