Dampak Paylater pada Dompet Gen Z, Solusi Pintar Agar Tidak Terjebak Utang

Jumat 30 Jan 2026, 16:02 WIB
Fenomena Paylater di Kalangan Gen Z: Kemudahan, Risiko, dan Strategi Finansial Sehat (Sumber: Pinterest)

Fenomena Paylater di Kalangan Gen Z: Kemudahan, Risiko, dan Strategi Finansial Sehat (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Kemajuan teknologi finansial membawa berbagai inovasi, salah satunya fitur Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih akrab disebut paylater.

Dalam beberapa tahun terakhir, layanan ini menjadi tren di kalangan Generasi Z karena kemudahan akses dan proses pengajuan yang praktis. Integrasinya dengan berbagai platform e-commerce juga membuat transaksi menjadi cepat dan tanpa hambatan.

Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat sisi lain yang perlu dicermati. Paylater sering disebut sebagai “pisau bermata dua”, karena bisa membantu pengguna mengatur cash flow, namun sekaligus berpotensi menjerumuskan mereka ke dalam jeratan utang konsumtif.

Hal ini menunjukkan bahwa edukasi literasi finansial menjadi faktor penting di tengah meningkatnya popularitas paylater.

Baca Juga: Tabel KUR BRI 2026: Simulasi Pinjaman Rp10 Juta Tenor 60 Bulan, Ini Syarat Pencairan Terbarunya

Risiko Tersembunyi Dari Bunga Majemuk hingga Skor Kredit SLIK

BNPL menawarkan persyaratan ringan dan proses verifikasi yang cepat. Fitur ini menjadi favorit kaum muda yang ingin membeli barang tanpa harus menunggu gajian. Namun, banyak yang tidak menyadari risiko finansial yang menyertainya.

1. Bunga Majemuk dan Denda Keterlambatan

Sebagian layanan paylater menerapkan bunga efektif yang jika tidak teliti, dapat menyebabkan akumulasi yang signifikan. Belum lagi denda keterlambatan yang kerap membuat tagihan membengkak.

Dalam wawancara edukasi publik, salah satu pejabat OJK menyatakan, “Pengguna harus memahami total biaya yang timbul, bukan hanya nominal cicilan per bulan.”

2. Dampak pada Skor Kredit SLIK OJK

Keterlambatan pembayaran paylater akan tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Catatan buruk ini berpotensi menghambat pengguna saat mengajukan fasilitas kredit lain, termasuk KPR, KKB, atau pinjaman modal.

3. Konsumsi Impulsif karena FOMO

Generasi Z dikenal sebagai digital native yang rentan terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Banyak dari mereka menggunakan paylater untuk mengikuti tren gaya hidup, diskon musiman, dan perilaku konsumsi spontan.

Baca Juga: Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Plafon Rp10–50 Juta, Ini Hitungan Cicilan hingga Tenor 5 Tahun

Strategi Mengatur Paylater secara Bijak


Berita Terkait


News Update