Nelayan tidak begitu mempersoalkan kapal yang terparkir semrawut, tetapi cuaca buruk. Cuaca yang tidak begitu bersahabat membuat hasil tangkapan nelayan berkurang.
"Jadi kayak misalnya angin, kayak musim sekarang-sekarang ini, mah itu yang menjadi beban," ucap Barda nelayan asal Pandeglang itu.
Menurutnya, Februari dan Maret bulan yang tepat untuk berburu ikan. Ia berharap, cuaca lebih baik pada bulan tersebut.
"Biasanya bulan ke dua atau ke tiga, Februari sampai Maret itu cuaca bagus, hasil tangkapan biasanya lebih banyak," katanya.
Berlayar Dua Kali Sehari
Perairan Kepulauan Seribu biasanya disasar Barda untuk menangkap ikan teri dan sejenisnya. Ia bisa berlayar dua kali dalam sehari jika cuaca bersahabat.
"Tapi kalau cuaca lagi enggak bagus, pernah juga cuma dapat 25 kg ikan teri. Kalau cuma dapat 25 kilogram kan jadi enggak dapat apa-apa," tuturnya.
Dalam sehari, ia bisa mendapatkan Rp300 ribu dari hasil berlayar. Namun, uang tersebut hanya untuk kehidupan sehari-hari.
"Itu kalau lagi tangkapannya banyak, tapi kalau lagi biasa aja ya paling cuma Rp100 ribu," tutur dia.
