“Tetapi soal reshuffle semuanya menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto,” tutur Heri.
“Reshuffle akan dilakukan jika memang mendesak, tetapi tidak akan dilakukan, jika memang tidak menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Yudi.
“Meski begitu, tentunya Presiden akan mendengar aspirasi dari banyak pihak, pos-pos mana saja yang perlu segera dievaluasi. Tujuannya kian memantapkan kinerja kabinet,” kata Bro.
“Kalau akan dilakukan reshuffle, banyak pihak berharap tetap didasarkan dengan kebutuhan dan kompetensi dari calon menteri, bukan didasarkan karena kepentingan politik. bagi-bagi kursi koalisi dan adanya kedekatan,” beber Heri.
“Selain kompetensi, tak kalah pentingnya soal loyalitas, kredibilitas dan integritas moralnya,” sebut Yudi.
“Setuju. Integritas menjadi poin penting dalam mengimplementasikan pengabdiannya untuk rakyat, bangsa dan negara. Pejabat yang peduli kepada rakyat, bukan kepada dirinya dan kerabatnya,” kata mas Bro. (Joko Lestari)
