POSKOTA.CO.ID - Penggunaan layanan paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) semakin menjamur di Indonesia. Fitur ini menawarkan kemudahan bertransaksi tanpa perlu membayar di awal, sehingga banyak dimanfaatkan untuk belanja online hingga kebutuhan mendesak.
Namun, di balik kepraktisannya, paylater juga menyimpan risiko serius, terutama terkait keamanan data pribadi pengguna.
Sejumlah kasus penipuan digital hingga kebocoran data menunjukkan bahwa informasi sensitif seperti identitas, nomor ponsel, dan data keuangan rentan disalahgunakan jika pengguna tidak waspada.
Oleh karena itu, memahami langkah-langkah perlindungan data menjadi hal penting bagi siapa pun yang aktif menggunakan layanan paylater.
Baca Juga: Apakah Bisa Pinjam Uang di TikTok Paylater? Ini Penjelasan Lengkap tentang Cara dan Risikonya
Risiko Kebocoran Data dalam Penggunaan Paylater
Saat mendaftar paylater, pengguna biasanya diminta mengunggah berbagai data pribadi. Data inilah yang kemudian menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber. Jika jatuh ke tangan yang salah, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk penipuan, pembobolan akun, hingga penagihan ilegal.
Ancaman ini bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga memanfaatkan kelengahan pengguna yang kurang teliti dalam menjaga keamanan data.
Waspadai Modus Penipuan dan Phishing Paylater
Phishing masih menjadi metode paling sering digunakan dalam penipuan paylater. Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi, mulai dari customer service, mitra e-commerce, hingga lembaga keuangan.
Beberapa modus phishing yang perlu diwaspadai antara lain:
- Tautan palsu yang menyerupai situs atau aplikasi paylater resmi
- Pesan berisi ancaman akun akan diblokir atau limit diturunkan
- Iming-iming hadiah, cashback besar, atau kenaikan limit mendadak
Modus-modus tersebut dirancang untuk memancing pengguna agar memberikan data sensitif tanpa berpikir panjang.
Baca Juga: Cara Daftar Paylater BCA: Dapatkan Limit hingga Rp20 Juta dengan Promo Bunga 0 Persen
Tips Aman Melindungi Data Pribadi Pengguna Paylater
Agar terhindar dari penyalahgunaan data, pengguna paylater perlu menerapkan kebiasaan digital yang aman. Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan:
- Selalu periksa alamat situs dan pastikan menggunakan domain resmi
- Hindari mengklik tautan mencurigakan dari SMS, email, atau aplikasi pesan
- Jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau kata sandi kepada siapa pun
- Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun
Perlu diingat, penyedia paylater resmi tidak pernah meminta data rahasia melalui pesan pribadi atau telepon.
Pentingnya Verifikasi ke Saluran Resmi
Saat menerima pesan atau panggilan yang mengatasnamakan layanan paylater, pengguna sebaiknya tidak langsung percaya meskipun tampak meyakinkan. Pelaku penipuan sering memanfaatkan rasa panik atau urgensi agar korban lengah.
Langkah aman yang bisa dilakukan adalah menutup pesan atau panggilan mencurigakan, lalu menghubungi layanan pelanggan melalui aplikasi atau situs resmi. Mencocokkan informasi dengan pengumuman resmi juga dapat membantu memastikan kebenarannya.
Baca Juga: Cara Mencairkan Limit Akulaku PayLater Menjadi Saldo DANA Tanpa Jasa Gestun
Gunakan Paylater yang Berizin dan Diawasi OJK
Selain kewaspadaan pribadi, memilih layanan paylater yang legal juga menjadi faktor penting dalam perlindungan data. Platform yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) umumnya memiliki standar keamanan serta kebijakan perlindungan data yang lebih jelas.
Sebelum menggunakan paylater, pastikan layanan tersebut:
- Terdaftar dan diawasi OJK
- Memiliki kebijakan perlindungan data yang transparan
- Menyediakan layanan pelanggan yang mudah dihubungi
- Layanan berizin wajib mematuhi regulasi perlindungan konsumen dan bertanggung jawab jika terjadi penyalahgunaan data.
Penggunaan paylater memang menawarkan kemudahan, tetapi keamanan data tetap harus menjadi prioritas utama. Dengan sikap waspada, kebiasaan verifikasi, dan pemilihan platform yang legal, risiko penipuan serta penyalahgunaan data pribadi dapat ditekan secara signifikan.