Guru SMP di Luwu Utara yang dipukul siswanya viral di media sosial. Insiden terjadi setelah korban menegur siswa yang bolos saat jam pelajaran. (Sumber: X/@mahakersa)

Daerah

Guru SMP di Luwu Utara Jadi Korban Penganiayaan Oleh Siswa Usai Ditegur Bolos

Rabu 28 Jan 2026, 20:16 WIB

POSKOTA.CO.ID - Dunia pendidikan Indonesia kembali diwarnai kabar memprihatinkan. Seorang guru SMP (sekolah menengah pertama) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh siswanya sendiri saat jam sekolah berlangsung.

Insiden tersebut terjadi ketika sang guru berupaya menegakkan kedisiplinan siswa yang bolos saat kegiatan belajar mengajar.

Niat mendidik justru berujung petaka, setelah teguran yang diberikan berakhir dengan aksi penganiayaan hingga menyebabkan korban mengalami luka serius di wajah.

Peristiwa ini pun menyita perhatian publik setelah rekaman kondisi korban beredar luas di media sosial. Kasus penganiayaan terhadap guru tersebut kembali membuka diskusi serius tentang keamanan tenaga pendidik serta tantangan penegakan disiplin di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Dua Korban Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Kronologi Penganiayaan Guru SMP Negeri 1 Baebunta Selatan

Insiden memilukan ini menimpa Arpan Lisman (28), guru di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Kejadian berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026, dan mulai viral sehari kemudian setelah diunggah akun Instagram @fakta.indo.

Peristiwa bermula ketika Arpan hendak memulai kegiatan belajar mengajar. Saat melakukan pengecekan kehadiran siswa di kelas, ia mendapati kondisi ruang kelas nyaris kosong. Dari puluhan bangku yang tersedia, hanya satu siswa yang terlihat berada di dalam kelas.

Merasa bertanggung jawab atas proses pembelajaran, Arpan kemudian berinisiatif mencari siswa lainnya di sekitar lingkungan sekolah.

Teguran Guru Berujung Kekerasan Fisik

Dalam pencariannya, Arpan menemukan sekelompok siswa berada di sekitar kantor sekolah, bukan di dalam kelas sebagaimana mestinya. Dengan pendekatan persuasif, ia meminta para siswa tersebut segera kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran.

Namun, bukannya menuruti arahan, para siswa justru membubarkan diri dan melarikan diri. Dari kejadian tersebut, hanya satu siswa berinisial MY (16) yang tertinggal.

Dalam upaya pendisiplinan, Arpan diketahui sempat melakukan kontak fisik berupa tendangan ringan ke arah pantat MY sebelum siswa itu pergi meninggalkan lokasi.

Situasi sempat mereda sekitar 20 menit. Arpan kemudian terlihat duduk santai di depan kantor sekolah, tanpa menyangka akan terjadi peristiwa lanjutan.

Baca Juga: Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, BNPB Kerahkan 2 Pesawat OMC

Guru Dipukul Hingga Berdarah, Video Viral di Media Sosial

Tanpa diduga, MY kembali mendatangi Arpan dengan emosi. Remaja 16 tahun itu berteriak, mengeluarkan kata-kata kasar, dan menantang gurunya untuk berkelahi.

Arpan memilih bersikap tenang dan tidak menanggapi provokasi tersebut. Namun, sikap diam itu justru berujung pada serangan fisik. MY memukul wajah Arpan berkali-kali hingga menyebabkan luka serius.

Dalam video yang beredar, Arpan tampak bertelanjang dada sambil memegang tisu yang telah dipenuhi darah untuk menutupi luka di wajahnya. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka robek cukup dalam di bagian alis kanan serta memar lebam di sekitar mata.

Baca Juga: SPPG Labuan Mandiri di Pandeglang Tampung Pangan dari Pelaku UMKM Lokal

Kasus Dilaporkan ke Polisi, Penyelidikan Masih Berjalan

Merasa tidak terima atas perlakuan kasar yang dialaminya saat menjalankan tugas sebagai pendidik, Arpan Lisman langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Luwu Utara agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Foto terakhir yang beredar memperlihatkan Arpan telah kembali mengenakan seragam dinas dengan perban terpasang di atas pelipis kanannya.

Kasus ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi tenaga pendidik di Indonesia, di mana upaya menegakkan disiplin kerap dihadapkan pada risiko keselamatan fisik. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih mendalami laporan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Tags:
Sulawesi Selatan Luwu Utara Kronologi Penganiayaan Guru SMPaksi penganiayaankorban kekerasan fisikguru SMP

Aldi Harlanda Irawan

Reporter

Aldi Harlanda Irawan

Editor