BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terkendala cuaca ekstrem, Rabu, 28 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan Poskota di lokasi, operasi dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Sekitar pukul 08.45 WIB, tim SAR ditarik dari lokasi, karena hujan deras dan angin kencang.
Setelah cuaca sedikit membaik, pencarian kembali dilanjutkan, tetapi kembali tidak bersahabat. Pada pukul 10.30 WIB, petugas dievakuasi dari titik pencarian.
"Cuacanya cepat berubah. Kami juga harus terus memerhatikan faktor keselamatan petugas di lapangan," kata Komandan Sektor SAR Bandung, Agung Suprianto di lokasi, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kabut tebal juga memperparah situasi. Jarak pandang sempat turun drastis hingga hanya sekitar 10–15 meter, sehingga proses pencarian korban berisiko tinggi.
Hingga pukul 11.30 WIB, belum ada korban yang berhasil dievakuasi. Petugas baru menemukan dua unit sepeda motor yang diduga milik korban longsor.
Dalam operasi kali ini, pencarian dibagi menjadi dua subsektor, yakni A1 atas dan A1 bawah. Sektor A1 belum dimaksimalkan, karena area tersebut sudah lebih dulu terjamah.
"Saat ini alat berat masih berupaya beroperasi di sektor A1," ucapnya.
Baca Juga: Tawa Bocah di Tengah Duka Longsor Pasirlangu Bandung Barat
Ia menyebutkan, total area terdampak longsor diperkirakan mencapai 2,6 hektare dengan ketebalan material lumpur bervariasi antara 2-7 meter.
Meski begitu, situasi pencarian di hari kelima terbilang lebih kondusif dibanding hari-hari sebelumnya. Minimnya warga di sekitar lokasi membuat petugas lebih fokus melakukan evakuasi.
Sementara itu, operasi pencarian pun belum bisa dilanjutkan. Sejumlah petugas SAR terlihat memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan makan siang sambil menunggu cuaca membaik.
Data sementara mencatatkan total bodypack yang berhasil dievakuasi mencapai 48 orang sejak hari pertama. Sekitar 32 korban lainnya masih dalam proses pencarian.