Kondisi rumah Endah Hernawati, 70 tahun warga RT 05 RW 09 Kelurahan Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, yang rusak setelah diterpa angin kencang, Selasa, 27 Januari 2026. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Rumah Lansia di Cilincing Porak Poranda Diterpa Angin Kencang, Kelurahan Upayakan Renovasi

Selasa 27 Jan 2026, 16:26 WIB

CILINCING, POSKOTA.CO.ID - Pihak Kelurahan Semper Timur Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara menyiapkan bantuan berupa renovasi terhadap salah satu rumah warga di RT 05 RW 09 yang terdampak angin kencang.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat (Kasi Kesra) Kelurahan Semper Timur, Tomi Mahardika mengatakan proses pendataan sedang dilakukan.

Adapun rumah yang didata yang rencananya akan direnovasi yakni rumah milik salah satu warga lanjut usia (lansia) bernama Endah Hernawati, 70 tahun warga RT 05 Kompleks Airud.

"Kami sudah berusaha, kami berkoordinasi dengan Baziz kalau bisa dibantu untuk renovasi. Kemarin kami bantu buatkan suratnya, ini masih berproses," kata Tomi kepada Poskota di lokasi, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?

Menurut Tomi, dengan kondisi rumah Endah yang rusak diterpa angin, bantuan berupa renovasi layak diberikan. Apalagi kawasan permukiman juga kerap dilanda banjir ketika hujan deras seperti yang terjadi beberapa hari kemarin.

"Semoga bisa ya, kami juga enggak bisa menjanjikan. Yang pasti kami menindaklanjuti," tutur dia.

Rumah Peninggalan Orangtua Berharap Bisa Direnovasi

Kondisi rumah Endah Hernawati, 70 tahun warga RT 05 RW 09 Kelurahan Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, yang rusak setelah diterpa angin kencang, Selasa, 27 Januari 2026. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

Endah yang masih trauma dengan kejadian angin kencang mengaku sangat berharap bantuan dari pemerintah. Kepada Poskota, ia menyebut rumah itu peninggalan orangtuanya.

"Harapannya bisa diperbaiki, ini rumah peninggalan dari orangtua saya, saya juga sudah tua," ungkap dia.

Baca Juga: Seperti Apa Jam Kerja Dapur Program Makan Gratis? Ini Pembagian Tugas Pemorsian sampai Packing

Endah menceritakan, saat kejadian dirinya sudah terbangun untuk melakukan solat tahajud. Setelah selesai solat, ia pun beranjak dari kamar dan mendapati angin kencang yang tiba-tiba saja menerjang rumahnya.

"Begitu keluar dari kamar mandi, tiba-tiba angin tuh kencang sekali kayak suara mobil. Saya kaget, saya keluar, saya kedorong angin. Saya jatuh ke pintu, terbang," kata dia.

Endah saat itu berusaha melindungi dirinya sendiri dengan memegang pintu rumahnya. Ia juga berusaha meminta bantuan kepada anak dan tetangganya saa angin kencang memporak-porandakan rumahnya itu.

"Saya ke pintu jatuh, saya bangun lagi. Saya ke bawah angin. Saya mentok ke pintu kamar mandi. Saya keluar lagi, pintu dapur kebuka. Itu terbang semua. Saya lihat itu kayak kilat," ucap dia.

Baca Juga: Sari Yuliati Anak Siapa dan Berapa Harta Kekayaannya? Ini Profil Wakil Ketua DPR Pengganti Adies Kadir

"Semua barang-barang terbang, atap semua, tapi saya enggak tau terbang ke mana. Terus kan dapur kebuka, tiba-tiba lampunya mati, terus langsung masuk ke kamar lagi," tambah Endah.

Angin kencang yang berlangsung sekitar hampir setengah jam itu membuat Endah sangat trauma. Terlebih ia sudah lansia dan sudah tidak lagi gesit seperti waktu muda dulu.

Beruntung, ia bersama anak dan seisi rumah selamat dalam insiden angin kencang tersebut. Meski terlihat rumah yang ia tinggali sudah rusak akibat angin kencang.

"Baru anak saya, adik saya pada keluar. Nolongin saya. Diangkat saya ke dalam, tapi saya takut karena genteng pada jatuh," ungkap Endah.

Akibatnya Endah mengalami luka ringan pada bagian kaki sebelah kanan dan telah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Kelurahan. Saat ini ia mengaku masih trauma dan lemas.

"Alhamdulillah saya enggak apa-apa, cuma kaki saya aja ini jadi agak demam. Terus juga saya trauma banget, soalnya saya menyaksikan langsung," ucapnya.

Tags:
rumah rusakbanjirlansiaangin kencangJakarta UtaraCilincing

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor