Warga Ceritakan Kronologi Ribuan Ikan Mati di Situ Citongtut Bogor

Senin 26 Jan 2026, 17:22 WIB
Warga memancing ikan di Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin, 26 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Warga memancing ikan di Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin, 26 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Ribuan ikan ditemukan mati di Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diduga tercemar limbah pabrik.

Penemuan ikan mati diceritakan salah seorang warga, Aditya Putra. Ia menjelaskan, air di situ tersebut sudah keruh seusai diguyur hujan deras, Jumat, 23 Januari 2026.

“Dan hari Sabtu itu sudah banyak ikan yang mati,” kata Aditya kepada wartawan di Situ Citongtut, Senin, 26 Januari 2026.

Aditya menduga, ikan-ikan tersebut mati dikarenakan pencemaran dari sejumlah perusahaan nakal yang membuang limbah industri ke aliran air hingga mencemari situ tersebut.

Baca Juga: DLH Bogor Periksa 20 Perusahaan Buntut Ribuan Ikan Mati di Situ Citongtut

“Tapi hamparan ikan itu kita indikasikan ini bukan dari fenomena alam. Ataupun turbulensi dari curah hujan tinggi. Tapi ini ulah perusahaan-perusahaan nakal yang buang limbanya,” ujarnya.

Menurutnya, ikan yang mati terdiri dari berbagai jenis, seperti sapu-sapu, sepat, betok, mujair, gabus, hingga lele yang baru ditanam warga di situ tersebut.

“Berbagai jenis habitat air ikan yang ada di sini itu ikut mati,” ucapnya.

Kejadian kematian massal ikan di Situ Citongtut bukan hanya terjadi kali ini saja. Melainkan sudah terjadi sekitar empat sampai lima kali sejak 2021.

Baca Juga: DLH Bogor Investigasi Penyebab Ribuan Ikan Mati di Situ Citongtut

“2021 itu kita punya kawasan konservasi ikan, itu mati semua ikannya. 2022 itu lebih parah lagi yang tadinya kita pengen punya acara panen ikan massal tahunan sama masyarakat desa. Tapi itu gagal juga karena limbah perusahaan,” tuturnya.

Perusahaan Terkait Diperiksa

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor memeriksa 20 perusahaan dalam kasus ribuan ikan mati diduga tercemar limbah pabrik.

Ketua Tim Penegakan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Bogor, Uli Tiarma Sinaga menjelaskan, sampel air sudah diambil.

“Untuk Ph aman, baku mutu Ph di 6-9, tadi kita masuknya di 6,68 itu masuk baku mutu, jadi memenuhi baku mutu,” ucapnya.

Meski air dinyatakan aman, DLH Bogor tetap memeriksa parameter lain yang diuji secara labolatorium. (cr-6)


Berita Terkait


News Update