POSKOTA.CO.ID - Langkah aktris sekaligus produser, Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan publik.
Setelah secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia dirikan bersama Umay Shahab, dirinya kini justru menunjukkan manuver dari dugaan banyak pihak.
Alih-alih langsung mengumumkan proyek baru di industri hiburan, Prilly memilih jalur yang berbeda.
Dia membuka peluang karier baru di luar dunia yang telah membesarkan namanya selama lebih dari satu dekade.
Kejutan itu sendiri terungkap setelah Prilly diketahui membuat akun LinkedIn dan mengaktifkan tagar Open To Work.
Di mana, hal tersebut terbilang tidak lazim bagi seorang selebritas papan atas dengan rekam jejak panjang di dunia entertainment.
Fakta tersebut pertama kali diketahui dari unggahan yang dibagikan Prilly melalui akun Instagram pribadinya, @prillylatuconsina96, pada 25 Januari 2026.
Dalam unggahan tersebut, Prilly memperlihatkan tangkapan layar tampilan profil LinkedIn miliknya yang menandakan dirinya sedang terbuka terhadap peluang kerja.
Melalui unggahan itu pula, terungkap bahwa pekerjaan yang diminati Prilly bukanlah posisi di balik layar industri hiburan, melainkan sebagai 'Offline Sales'.
Lebih lanjut, kekasih Omara Esteghlal menegaskan, keputusannya mengaktifkan #OpenToWork bukanlah karena kekurangan kesibukan atau vakumnya aktivitas profesional.
"Hi everyone! Jangan kaget dulu ya. Aku menyalakan badge #opentowork bukan karena kekurangan aktivitas, tapi karena lagi ingin belajar hal baru," tulisnya, seperti dikutip pada Senin, 26 Januari 2026.
Prilly juga mengakui, sebagian besar perjalanan kariernya selama ini dihabiskan di dunia entertainment, khususnya industri film dan manajemen bisnis kreatif.
Kondisi tersebut, kata dia, membuatnya terdorong untuk mencari pengalaman baru yang benar-benar berbeda dari zona nyamannya.
"Selama ini banyak yang berkutat di industri film dan management business. Sekarang aku penasaran untuk challenge diri dir uang yang berbeda, kayak offline sales experience. Ketemu orang langsung, ngobrol, memahami kebutuhan mereka, sampai belajar bagaimana sebuah produk benar-benar diterima," paparnya.
Keputusan Prilly menjajal dunia offline sales pun membuat publik bertanya-tanya mengenai makna dan ruang lingkup pekerjaan tersebut.
Lantas, apa itu office sales dan Open To Work di LinkedIn yang menjadi Langkah baru Prilly Latuconsina?
Baca Juga: Jasmine Wiljono Siapa? Ini Sosok yang Viral Disebut Sebagai Pemilik Whip Pink

Apa Itu Offline Sales?
Istilah offline sales memang kerap terdengar di dunia bisnis, namun belum tentu dipahami secara luas oleh masyarakat umum.
Secara umum, offline sales merujuk pada aktivitas penjualan yang dilakukan melalui interaksi tatap muka.
Model ini menempatkan tenaga penjual sebagai ujung tombak perusahaan dalam memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat, serta meyakinkan calon pembeli secara langsung.
Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk produk atau layanan yang membutuhkan penjelasan mendalam, demonstrasi langsung, maupun komunikasi dua arah yang intens.
Dikutip dari buku 'Etika bisnis bagi pelaku bisnis karya Arijanto, A. (2020). Rajawali Pers', pada Senin, 26 Januari 2026, Offline Sales ialah penjualan yang didalamnya dilakukan penerangan atau peragaan produk-produk oleh seorang penjual secara langsung, pemberian segala penjelasan yang dikuasai penjual kepada calon pembeli, penjual berusaha meyakinkan kualitas produk calon pembeli, penjual melayani calon pembeli dengan sebaik-baiknya supaya calon pembeli melakukan pembelian.
Definisi tersebut menjelaskan, offline sales bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan proses komunikasi yang menuntut keahlian interpersonal, empati, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen.
Seorang tenaga offline sales dituntut untuk memahami karakter pelanggan, menjawab keberatan, hingga membangun kepercayaan yang berkelanjutan.
Dengan kata lain, offline sales menekankan kekuatan interaksi manusia. Kemampuan berkomunikasi secara persuasif, penguasaan produk yang komprehensif, serta etika pelayanan menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan penjualan.
Inilah yang membedakan offline sales dari penjualan daring yang cenderung minim sentuhan personal.
Arti Tagar Open To Work di LinkedIn?
Selain istilah offline sales, perhatian publik juga tertuju pada penggunaan tagar Open To Work yang disematkan Prilly Latuconsina di profil LinkedIn-nya.
Tagar ini bukanlah sekadar simbol, melainkan bagian dari fitur resmi yang disediakan platform profesional tersebut.
Dalam praktiknya, tagar Open To Work lazim digunakan oleh para pencari kerja, profesional yang ingin berpindah karier, hingga individu yang tengah menjajaki tantangan baru di luar bidang yang selama ini mereka geluti.
Fitur tersebut berfungsi sebagai penanda visual bahwa pemilik akun sedang membuka diri terhadap peluang kerja baru.
Berdasarkan keterangan resmi dari LinkedIn pada 26 Januari 2026, Open To Work merupakan fitur yang memungkinkan pengguna menandai bahwa mereka sedang terbuka terhadap peluang kerja baru.
Kehadiran bingkai hijau tersebut menjadi sinyal langsung bagi perekrut bahwa pemilik akun bersikap terbuka untuk dihubungi.
Dengan demikian, proses pencocokan antara pencari kerja dan pemberi kerja dapat berlangsung lebih efektif dan transparan.