POSKOTA.CO.ID - Media sosial kembali menjadi arena perdebatan panas setelah isu medis mencuat ke ruang publik. Kali ini, perbincangan netizen menyoroti hubungan antara GERD dan penyakit jantung yang dikaitkan dengan kasus meninggalnya influencer Lula Lahfah. Isu tersebut memicu berbagai spekulasi liar yang ramai dibahas warganet.
Di tengah polemik tersebut, pernyataan dokter spesialis jantung yang menegaskan bahwa GERD tidak menyebabkan penyakit jantung justru menuai serangan.
Banyak netizen dinilai salah kaprah dalam memahami penjelasan medis, bahkan menyerang profesionalitas tenaga kesehatan yang menyampaikan fakta ilmiah.
Merespons situasi itu, dokter Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta akhirnya angkat bicara. Ia dengan tegas membela rekan sejawatnya sekaligus meluruskan mitos yang berkembang, sembari menyentil sikap netizen yang dianggap terlalu merasa paling paham soal dunia kedokteran.
Baca Juga: Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan dalam Kematian Selebgram Lula Lahfah
Dokter Tirta Murka, Bela Senior dan Dosen Spesialis Jantung
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Tirta mengungkapkan alasan di balik video bernada tegas yang ia buat. Ia menyebut, rekan sejawatnya yang merupakan dokter spesialis jantung justru menjadi sasaran hinaan netizen setelah menjelaskan fakta medis soal GERD.
Ia menilai serangan tersebut tidak lagi sebatas kritik, melainkan sudah menyerang profesionalitas dokter yang memiliki keilmuan dan pengalaman panjang.
“Saya terpaksa banget buat video agak ngegas kayak gini gara-gara apa? Gara-gara sejawat saya nih senior-senior saya, dosen-dosen saya di bidang perjantungan digoblok-gobloki,” kata dr. Tirta pada unggahan Instagram pribadinya yang dikutip Poskota pada, Senin 26 Januari 2026
Penjelasan Dokter Tirta Soal GERD dan Serangan Jantung
Dalam penjelasannya, dr. Tirta menegaskan bahwa GERD atau penyakit asam lambung tidak memiliki hubungan langsung dengan serangan jantung. Ia meminta masyarakat tidak menyebarkan kesimpulan keliru yang bisa menyesatkan banyak orang.
“Jadi asal kalian tahu yang namanya GERD lambung ya itu jauh banget hubungannya kalau bisa menyebabkan serangan jantung,” terangnya.
Ia juga memaparkan bahwa kasus kematian mendadak umumnya berkaitan dengan gangguan pada organ vital, khususnya jantung dan otak, bukan akibat GERD semata.
“Yang bisa menyebabkan kematian dadakan itu benar-benar adalah terkait jantung biasanya, dan terkait otak,” ujarnya.
Baca Juga: Viral di LinkedIn, Prilly Latuconsina Beberkan Alasan Ingin Coba Profesi Sales Offline
Gangguan Irama Jantung Sering Tak Disadari
Lebih lanjut, dr. Tirta menjelaskan adanya gangguan jantung yang kerap luput disadari oleh penderitanya karena minim gejala awal. Kondisi tersebut justru berbahaya jika tidak terdeteksi sejak dini.
“Nah yang biasanya terjadi tapi nggak ada gejalanya tuh gangguan irama jantung mas, itu ada sub spesialisasi sendiri, gejalanya berdebar-debar enggak jelas ternyata ada gangguan irama jantung, akhirnya berlanjut jadi serangan jantung,” tuturnya.
Pernyataan dr. Bobby yang Viral Picu Polemik
Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh pernyataan dr. Bobby Arfhan Anwar SpJP(K) yang menegaskan bahwa GERD tidak berkaitan dengan penyakit jantung.
Dokter yang akrab disapa Cipeng itu menjelaskan bahwa GERD hanyalah istilah medis dari penyakit asam lambung. “GERD itu penyakit asam lambung naik mas itu nama awamnya,” ujarnya.
Ia juga meluruskan anggapan soal sensasi berdebar yang sering dirasakan penderita GERD, yang kerap disalahartikan sebagai gangguan jantung.
“Terus kok berdebar-debar ketika GERD, ya karena nyeri, tapi tidak langsung berhubungan dengan gangguan irama jantungnya, beda,” tandasnya.
Baca Juga: Polisi Sebut Reza Arap Ada di Lokasi Lula Lahfah Ditemukan Meninggal
Dokter Tirta Sentil Netizen yang Merasa Paling Tahu
Di akhir penjelasannya, dr. Tirta melontarkan kritik tajam kepada netizen yang menurutnya terlalu percaya diri membahas ilmu kedokteran tanpa dasar keilmuan yang jelas.
“Kamu ini enggak belajar ilmu kedokteran berasa kepinteran, goblok-goblokin dosen-dosen, senior-senior, sejawatku yang pintar-pintar,” kata Tirta menohok.
Perdebatan ini mencuat setelah banyak netizen mengaitkan riwayat GERD influencer Lula Lahfah dengan penyebab meninggalnya akibat henti jantung. Padahal, penjelasan medis dari dokter spesialis telah menegaskan bahwa GERD bukan pemicu langsung penyakit jantung.
Alih-alih meredam spekulasi, klarifikasi tersebut justru memicu perdebatan panas di media sosial, hingga membuat dr. Tirta turun tangan untuk meluruskan mitos yang beredar di tengah masyarakat.