Cari Barang untuk Dijual, Warga Cengkareng Jakbar Acak-Acak Tumpukan Sampah

Senin 26 Jan 2026, 18:18 WIB
Warga mengais barang dari tumpukan sampah yang hendak dibuang ke Bantar Gebang di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin, 26 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Warga mengais barang dari tumpukan sampah yang hendak dibuang ke Bantar Gebang di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin, 26 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tumpukan sampah di kawasan Jalan Kembangan Baru Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dimanfaatkan warga untuk mengais rezeki.

Salah seorang warga, Kardi, 64 tahun, mengatakan, sampah-sampah tersebut dipisahkan antara barang yang bisa dijual atau tidak. Sampah tersebut berasal dari banjir.

"Ini saya semalam dapat hp, nemu semalem nyari," kata Kardi kepada wartawan di lokasi, Senin, 26 Januari 2026.

Barang Elektronik Diperbaiki dan Dijual

Kardi mengatakan, barang yang dicari seperti elektronik. Barang tersebut diperbaiki supaya bisa dijual dan menghasilkan keuntungan.

Baca Juga: 7 Desa di Kabupaten Serang Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Cidurian

"Kalau masih dipakai, ya dipakai, tergantung sih tapi biasanya saya jual aja," ujarnya.

Selain barang elektronik, Kardi mengatakan, baru saja mendapatkan spring bed bagus.

"Tapi dibawa lagi sama petugas, terus dipulangin lagi ke orangnya. Itu kalau udah bersih, dijual lagi mahal itu, bisa sampai Rp300-400 ribu," ucapnya.

Begitu pun tiga gram hingga tas berisi barang berharga yang sempat ditemukan, dikembalikan kepada pemiliknya.

Baca Juga: Petugas Gabungan Bantu Warga Bersihkan Lokasi Bekas Banjir di Tangerang

"Dompet ada isinya KTP, SIM, STNK, lengkap. Saya enggak tahu orangnya, akhirnya dipantau sama pengawas sini langsung dipulangin ke orangnya," katanya.

Sampah Diangkut ke TPST Bantar Gebang

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, banjir di sejumlah wilayah meninggalkan tumpukan sampah dalam jumlah besar.

Sampah-sampah tersebut. baik dari permukiman warga maupun kiriman dari wilayah lain yang terbawa aliran sungai.

“Memang sampah ini dimungkinkan dihasilkan tak hanya dari permukiman warga saja. Tetapi datang dari sampah yang berasal dari aliran wilayah lain yang melalui kali Jakarta Barat,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update