BMW Astra Mampang Terapkan Konsep Bangunan Berkelanjutan, Hemat Energi dan Dukung EV

Senin 26 Jan 2026, 16:25 WIB
BMW Astra Mampang menerapkan konsep keberlanjutan melalui desain bangunan hemat energi sekaligus dukungan untuk tren mobil listrik. (Sumber: Dok. BMW)

BMW Astra Mampang menerapkan konsep keberlanjutan melalui desain bangunan hemat energi sekaligus dukungan untuk tren mobil listrik. (Sumber: Dok. BMW)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - BMW Astra Mampang mengadopsi prinsip keberlanjutan (sustainability) melalui penerapan desain bangunan dan pemanfaatan energi ramah lingkungan. Konsep ini diterapkan untuk menekan konsumsi energi sekaligus mendukung ekosistem mobil listrik di Indonesia.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengelolaan fasilitas otomotif yang lebih efisien dan selaras dengan isu lingkungan.

President Director BMW Group Indonesia, Peter “Sunny” Medalla mengatakan, peresmian BMW Astra Mampang merupakan langkah penting dalam menghadirkan pengalaman ritel otomotif premium generasi terbaru melalui konsep Retail.Next yang sejak awal dirancang untuk lebih dekat dengan pelanggan.

"Berlokasi di kawasan strategis Jakarta Selatan yang menjadi pusat aktivitas bisnis dan mobilitas harian, BMW Astra Mampang kami hadirkan sebagai showroom yang lebih terbuka, lebih personal, dan semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan BMW masa kini. Inilah cara BMW membangun koneksi yang lebih kuat dengan para pelanggan melalui pengalaman yang sederhana, nyaman, dan bermakna," kata Peter.

Baca Juga: Cobain BMW R 1300 GS Patwal, Menkeu Purbaya: Berat, Enakan Motor Bebek

Desain Bangunan Kurangi Paparan Panas Matahari

Salah sebuah penerapan konsep ramah lingkungan terlihat dari pemilihan material bangunan berupa perforated facade. Material ini dirancang untuk mengurangi paparan radiasi matahari hingga 78 persen, sekaligus tetap memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam ruangan.

Dengan desain tersebut, kebutuhan pendinginan ruangan dapat ditekan secara signifikan. Efisiensi ini diklaim mampu menghemat penggunaan energi pendingin hingga 29 persen, sehingga konsumsi listrik bangunan menjadi lebih optimal.

Selain dari sisi desain, BMW Astra Mampang juga menggunakan pasokan listrik yang berasal dari energi terbarukan. Sumber listrik tersebut diperoleh dari pembangkit listrik tenaga air PLTA Cirata yang memanfaatkan energi geothermal dan hidro.

Penggunaan energi terbarukan ini menjadi langkah untuk menekan emisi karbon sekaligus mendukung operasional fasilitas yang lebih berkelanjutan.

Peresmian BMW Astra Mampang. (Sumber: Dok. BMW)

Fasilitas Pengisian Mobil Listrik

Sebagai bagian dari dukungan terhadap kendaraan listrik, BMW Astra Mampang menyediakan tiga unit charger EV yang tersebar di beberapa area. Fasilitas ini ditujukan untuk menunjang kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik BMW.

Rinciannya, tersedia satu unit fast charger berdaya 60 kVA di area parkir depan, satu charger 22 kVA yang ditempatkan di area bengkel, serta satu charger 7 kVA yang berada di area showroom.

Dukungan terhadap Ekosistem Kendaraan Listrik

Kehadiran fasilitas pengisian daya tersebut melengkapi konsep bangunan ramah lingkungan yang diusung BMW Astra Mampang. Kombinasi antara desain hemat energi, pemanfaatan listrik terbarukan, dan infrastruktur EV menunjukkan arah pengelolaan fasilitas otomotif yang berfokus pada keberlanjutan.


Berita Terkait


News Update