TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Atap rumah Nenek Mulya, 62 tahun di Taman Adiyasa, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang rubuh akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Nenek Mulya mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 sekira pukul 16.30 WIB. Saat itu, hujan lebat disertai angin kencang terjadi selama lebih kurang 15 menit lamanya.
"Kejadiannya sore, cepat banget kejadiannya. Hujan deras terus angin kencang sekali. Tiba-tiba atap kamar saya ambruk dan hujan langsung masuk," ucapnya kepada Poskota, Jumat, 23 Januari 2026.
Nenek Mulya menceritakan, saat kejadian dirinya sedang bersama cucunya berada di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar bunyi bangunan ambruk.
Baca Juga: Berkeliaran saat Banjir, Ular Sanca Batik 4 Meter Bikin Geger Warga Ciledug Indah Tangerang
"Saya lagi di dapur masak mie untuk cucu. Tiba-tiba ada suara ambruk dan cucu saya langsung teriak," ungkapnya.
Lanjut Mulya, beruntung saat atap tersebut ambruk, sang cucu tengah bermain di ruang tengah.
"Pas udah kejadian, hujan-hujan saya langsung bawa cucu-cucu saya keluar ke rumah tetangga. Saya takut atap ambruk lagi dan kena cucu saya. Kalau sekarang saya tinggal sementara di rumah anak," ujarnya.
Diketahui, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bersama dinas terkait sudah melakukan peninjauan ke lokasi Puting Beliung. Pihaknya mengirimkan bantuan logistik dan melakukan pendataan korban puting beliung.