Warga Rawa Terate, Jakarta Timur, Jumat, 23 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Perabot Rumah Rusak Terendam Banjir, Warga Rawa Terate Bertahan di Tengah Genangan

Jumat 23 Jan 2026, 18:59 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Banjir kembali merendam Kampung Sawah, RT 10 RW 05, Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, sejak Kamis 22 Januari 2026 kemarin. 

Selain merendam rumah hingga setinggi leher orang dewasa, derasnya air juga merusak perabotan rumah tangga, bahkan membalikkan kulkas milik sejumlah warga.

Berdasarkan pantauan, hingga Jumat, 23 Januari 2026 hari ini, meski banjir mulai surut, namun masih ada genangan di beberapa titik bahkan hingga setinggi betis orang dewasa.

Jejak banjir terlihat jelas dari perabot yang dipindahkan ke tempat tinggi, serta peralatan elektronik yang rusak akibat terendam.

Baca Juga: Transjakarta Klarifikasi Video Bus Terendam Air, Tegaskan Bukan Armada Resmi

Salah satu warga, Siti Qonaah, 45 tahun menjelaskan, banjir mulau masuk ke pemukiman warga sejak Minggu. Sebelumnya genangan sempat surut, namun banjir kembali terjadi pada Kamis hingga hari ini.

Sebagai informasi, puncak banjir di wilayah ini sebelumnya terjadi pada Minggu, ketika ketinggian air mencapai sekitar dua meter.

“Yang paling parah itu hari Minggu. Air sampai seleher orang dewasa, bahkan lebih. Orang bisa kelelep kalau turun ke jalan,” ucap Siti, Jumat, 23 Januari 2026.

Selain itu, Juleha, 47 tahun mengingat betul bagaimana air datang begitu cepat hingga tak memberi banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang di rumah. Hampir seluruh perabot terendam, termasuk kulkas yang akhirnya terbalik terseret arus.

“Kulkas mah pada kebalik, udahlah, kerendem semua,” ujar Juleha. 

Baca Juga: Kabel Udara Terbakar di Tanah Abang, Api Menyambar Bangunan Bertingkat

Kondisi ini juga dialami oleh Siti yang mengaku hanya sempat menyelamatkan beberapa barang penting, terutama buku-buku sekolah anaknya. 

“Yang bisa diselamatin paling buku anak sekolah. Baju banyak kena banjir, perabot juga kerendem,” katanya.

Banjir tak hanya merusak isi rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas warga. Banyak sepeda motor mogok karena knalpot terendam air, sehingga harus bolak-balik mengganti oli. Sekolah-sekolah di sekitar lokasi pun diliburkan karena akses jalan terputus dan ruang kelas ikut tergenang.

“Sekolah MI di sini juga kelelep. Anak-anak diliburin, maklum kalau lagi banjir jalannya susah,” kata Siti.

Baca Juga: Warga Binaan Rutan Cipinang Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri

Di tengah kesulitan itu, bantuan mulai berdatangan dari berbagai pihak. Aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah menyalurkan nasi bungkus, mi instan, roti, air minum, hingga beras kepada warga terdampak. Bantuan tersebut sedikit meringankan beban warga yang kesulitan memasak akibat peralatan dapur rusak.

“Alhamdulillah ada bantuan, dari polisi, ABRI, sama Pemda,” ujar Siti.

Meski air mulai surut, warga masih dihantui kekhawatiran banjir kembali datang jika hujan deras turun lagi. Mereka berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah penanganan agar banjir tahunan yang kerap melanda wilayah itu tidak terus berulang.

“Maunya mah jangan banjir lagi. Capek, tiap tahun begini,” kata Juleha.

Meski mengalami kerugian besar, sebagian warga memilih bertahan di rumah dan tidak mengungsi. Robby, 65 tahun, salah seorang warga, mengatakan ia tetap tinggal meski air sempat mencapai dua meter.

“Mau ngungsi ke mana? Di sini kita bebas. Kalau ngungsi, pulang juga enggak nyaman,” katanya.

Ia menuturkan, kulkas di rumahnya pun terbalik dan pakaian banyak yang rusak. Surat-surat penting berhasil diselamatkan dengan dipindahkan ke lantai atas. 

“Surat-surat, kulkas kebalik, pakaian kena semua,” ujarnya. (cr-4)

Tags:
genanganlangkah penanganan banjirhujan derasJakarta Timur Rawa Teratebanjir

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor