JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi longsor dan amblesan tanah seiring tingginya intensitas hujan yang masih melanda ibu kota dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut dinilai berpotensi memicu pergerakan tanah, khususnya di wilayah yang memiliki kontur labil dan sistem drainase terbatas.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan pihaknya telah mengintensifkan penyampaian peringatan dini kepada masyarakat.
Baca Juga: Banjir Lebih dari Sepekan Rendam Ratusan Rumah Warga, Ketinggian Air di Jayanti Capai 4 Meter
Informasi kewaspadaan tersebut disebarkan melalui berbagai kanal media sosial resmi BPBD agar warga di kawasan rawan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi risiko bencana.
Menurut Isnawa, sejumlah wilayah di Jakarta memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor akibat penggerusan tanah oleh aliran air yang berlangsung terus-menerus.
Kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan bantaran kali, sungai, dan danau, serta wilayah dengan kontur tanah labil.
Baca Juga: Tiga RT di Rawa Terate Terendam Banjir, Lebih dari Seribu Warga Terdampak
Selain itu, risiko longsor meningkat pada area yang struktur penahan tanahnya telah melemah atau mengalami kerusakan.
"BPBD di sosmed sudah ingatkan daerah rawan longsor seperti bantaran kali, sungai, danau dan lain lain yang diakibatkan penggerusan air atau penahan lainnya," ujar Isnawa kepada Poskota, Jumat, 23 Januari 2026.
Isnawa menyebut, di wilayah Jakarta Selatan, kawasan yang perlu diwaspadai antara lain Jagakarsa, Pasar Minggu, dan Cilandak.
Baca Juga: Kondisi Sakit Saat Rumah Kebanjiran, Seorang Nenek di Jelambar Dievakuasi ke Pengungsian
Sementara di Jakarta Timur, daerah seperti Pasar Rebo, Cipayung, dan beberapa titik lain juga masuk dalam peta rawan longsor.
"Seperti di Selatan Jakarta Kawasan Jagakarsa, Pasar Minggu, Cilandak dan Jakarta Timur seperti Pasar Rebo, Cipayung dan lain lain," ujar Isnawa. (cr-4)