KEBON JERUK, POSKOTA.CO.ID - Banjir setinggi mencapai sepaha orang dewasa masih merendam ruas jalan dan permukiman di Jalan Kali Sekretaris, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat, 23 Januari 2026.
Pantauan Poskota di lokasi, banjir meluas hingga merendam jalan dan permukiman di lokasi tersebut, bahkan terlihat akses jalan yang mengarah ke kawasan Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, itu ditutup dan tidak bisa dilewati oleh pengedara.
Salah satu warga, Maman mengatakan banjir di kawasan ini sudah terjadi sejak kemarin. Ia menyebut tadi malam ketinggian mencapai sepinggang orang dewasa.
“Banjir itu luapan Kali Sekretaris, tadi malam segini (sepinggang) sekarang sudah mulai surut,” kata Maman kepada wartawan di lokasi, Jumat.
Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya
Maman tidak mengetahui secara pasti apa penyebab banjir di kawasan itu. Ia mengatakan, kawasan itu kerap dilanda banjir ketika hujan deras dengan intensitas tinggi.
“Kalau banjirnya sih dari kali yang meluap, kali meluap akhirnya airnya tumpah ke jalan, ke permukiman,” ucap dia.
Pengendara ojol, Erik bahkan kebingungan harus melintas lewat mana. Ia mengaku hari ini beberapa lokasi di Jakarta Barat tergenang, sehingga ia harus mencari alternatif.
“Ya kalau begini mau enggak mau cari jalan lain, mau nerobos motor pasti mogok nanti,” ucap dia.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Di lokasi petugas gabungan bersiaga salah satunya membantu warga yang ingin beraktivitas. Petugas juga sekaligus memantau genangan yang ada di lokasi tersebut.
Banjir Meluas, Warga Mengungsi

Tak hanya di Grogol Petamburan, banjir melanda ruas Jalan di Jalan Puri Kembangan, Kembangan, Jakarta Barat. Di sini ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa.
Rusna, 40 tahun, warga sekitar mengatakan banjir di kawasan ini sudah terjadi sejak kemarin. Ketinggian air sempat hampir mencapai satu meter.
“Ini (banjir) dari kemarin sore jam 4. Awalnya cuma sebetis,” ungkap dia.
Menurut Rusna, banjir yang terjadi sejak kemarin di kawasan ini merupakan salah satu yang terparah. Di lokasi ini memang menjadi langganan banjir ketika hujan deras dengan intensitas tinggi.
Diduga banjir di lokasi itu terjadi karena banyaknya pembangunan gedung-gedung tinggi, salah satu apartemen yang tidak memperhatikan dampak lingkungan (Amdal).
“Semenjak ada pembangunan apartemen di dekat sini, jadinya parah. Mungkin karena enggak ada resapan,” ucap Rusna.
Banjir juga melanda permukiman di Jalan Pulo Indah Raya RT 10 RW 08 Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Di sini banjir juga sudah terjadi sejak kemarin.
Nisa, 30 tahun terpaksa harus mengungsi ke rumah kakaknya. Ia pun harus dipindahkan dengan menggunakan perahu karet oleh petugas bersama anaknya yang masih balita.
“Mau ngungsi ke Semanan, enggak banjir. Kalau saya sih aman, cuma anak saya kasihan,” ujar Nisa.
Nisa sendiri sudah mempersiakan diri dengan membawa barang-barang berharga untuk dibawa ke rumah kakaknya dan menginap di sana untuk sementara waktu.
Ia sangat berharap banjir yang kerap melanda permukimannya tersebut bisa diatasi. Menurutnya, banjir terjadi diduga akibat drainase yang tidak berfungsi dengan normal.
“Semoga cepat surut, enggak banjir-banjir lagi. Soalnya kasihan yang anak-anak kecil,” tuturnya.