BOGOR TENGAH, POSKOTA.CO.ID - Di tengah demo sopir angkot yang menolak penghapusan angkot tua di Kota Bogor, sejumlah peserta aksi melakukan aksi pemblokiran Jalan Ir Juanda sehingga lalu lintas di jalan tersebut menjadi macet.
Para sopir angkot itu memarkirkan mobilnya tepat di depan Balaikota Bogor, mengakibatkan kendaraan yang melintas di Jalan Ir. Juanda tersendat.
Adu mulut antara petugas kepolisian dengan sopir angkot pun sempat terjadi. Mereka emosi lantaran pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum juga membuka ruang diskusi terkait kelanjutan kebijakan penghapusan angkot tua
“Ini urusan perut, kalau mau demo di luar (di jalan) jangan di dalam,” teriak salah satu demonstran yang memblokir jalan.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Selain memarkirkan angkot ke tengah jalan, para demonstran juga menggunakan barier jalan untuk menghalangi pengguna jalan yang melintas.
Saat ini, situasi lalu lintas di Jalan Ir Juanda sudah dibuka separuhnya. Namun kemacetan masih mengular hingga Jalan Otista arah Tugu Kujang Bogor.
Sebelumnya, ratusan sopir angkot gelar aksi tolak program penghapusan angkot tua yang berusia 20 tahun lebih di depan Balaikota Bogor, Kamis 22 Januari 2026.
Pantauan Poskota di lokasi, pukul 10.30 WIB, di tengah rintikan hujan, para sopir angkot berorasi di depan Balai Kota dengan membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap kebijakan Wali Kota Bogor tersebut.
Baca Juga: Penyebab Mati Listrik 7 Hari di Indonesia Apa? Ternyata Ini Penjelasan Lengkapnya
“Kami menolak keras program pemusnahan angkot di Kota Bogor,” bunyi keterangan spanduk yang dibawa massa aksi.
“Kita minta kebijakan penghapusan angkot tua itu tidak usah. Kalau dihapus anak istri kita mau makan apa. Kalau memang mau dihapus kasih kami pekerjaan yang layak,” kata salah satu sopir angkot trayek 03, Gandi.
Gandi melanjutkan, banyak angkot yang pajaknya hidup, surat-surat hidup,namun tetap ditilang lantaran KIR atau izin trayeknya telah diblokir oleh Pemkot Bogor.
Ia berharap, agar batasan usia angkot 20 tahun bisa dihapus agar ribuan sopir angkot di Kota Bogor bisa mencari nafkah dengan nyaman tanpa takut ditilang.
“Batasan usia sampai 2030 kalau bisa. Peremajaan dibuka kembali sama reduksi,” pungkas Gandi. (cr-6)
