JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Curah hujan yang terus mengguyur Jakarta dalam beberapa pekan terakhir ternyata tidak serta-merta memicu lonjakan harga pangan di sejumlah pasar tradisional ibu kota.
Dari hasil pantauan, sebagian besar kebutuhan pokok terpantau mengalami penurunan harga sehingga meringankan beban masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
Salah satu warga, Yuli 31 tahun, mengaku merasakan langsung turunnya harga sejumlah komoditas, terutama cabai yang sebelumnya sempat melambung tinggi.
Menurutnya, beberapa waktu lalu harga cabai masih berada di kisaran Rp80.000 per kilogram, sehingga ia harus mengatur pembelian untuk kebutuhan beberapa hari.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Namun kini harga tersebut mulai turun hingga sekitar Rp50.000 per kilogram.
“Alhamdulillah sih harga bahan pokok semua pada turun. Saya biasa beli cabai satu kilo buat tiga hari, itu juga mahal banget sampai Rp80.000, eh sekarang tadi turun jadi Rp50.000-an,” ujar Yuli kepada Poskota pada Rabu, 21 Januari 2026.
Meski merasa terbantu dengan turunnya harga, Yuli mengaku tetap khawatir harga pangan kembali melonjak menjelang bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Februari 2026 mendatang.
Ia menilai, setiap menjelang puasa dan lebaran, harga kebutuhan pokok hampir selalu mengalami kenaikan signifikan.
“Sebenernya yang paling takut itu nanti pas mau puasa Februari, pasti harga naik semua,” katanya.
Yuli berharap pemerintah dapat berperan aktif menjaga stabilitas harga agar lonjakan tidak terlalu tinggi dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Harapannya sih pemerintah bisa nekan harga itu, jadi supaya nggak naik-naik banget,” kata Yuli.
Hal senada juga disampaikan Ayu, 37 tahun. Ia menilai kondisi harga bahan pokok saat ini relatif lebih bersahabat dibandingkan beberapa waktu lalu.
"Seneng yah kalo dilihat sekarang tuh harga pada turun semua," ujar Ayu.
Menurutnya, penurunan harga memberikan ruang bagi masyarakat untuk sedikit bernapas di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Meski demikian, Ayu juga mengaku waswas jika memasuki bulan puasa harga kembali meroket.
“Sekarang memang terasa lebih ringan, tapi biasanya kalau sudah dekat puasa, harga langsung naik. Mudah-mudahan tahun ini bisa aman lah yah,” ujarnya.
Secara umum, turunnya harga sejumlah komoditas di tengah musim hujan memberikan harapan bagi masyarakat akan stabilitas pangan di Jakarta.
Namun kekhawatiran akan potensi lonjakan harga menjelang Ramadan masih membayangi, sehingga masyarakat berharap pemerintah terus melakukan pengawasan dan intervensi agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. (cr-4)