CENGKARENG, POSKOTA.CO.ID - Puskesmas Cengkareng Jakarta Barat mencatat sebanyak 26 pasien demam berdarah dengue (DBD) yang menjalani perawatan dan pengobatan sepanjang Januari 2026.
Pasien berasal dari enam Kelurahan yaitu Cengkareng Barat 4 kasus, Cengkareng Timur 6 kasus, Kapuk 8 kasus, Kedaung Kali Angke 2 kasus, Duri Kosambi 1 kasus, dan Rawa Buaya 5 kasus.
"Sepanjang Januari 2026 ini ada 26 kasus DBD, tapi ini belum dinyatakan positif atau negatif ya," kata Penanggung Jawab klaster 4 Pengendalian Penyakit Menular Puskesmas Cengkareng, Daryono, Selasa, 20 Januari 2026.
Daryono menyampaikan untuk mengetahui apakah pasien dinyatakan positif DBD, pihaknya melakukan penelusuran dengan Penyelidikan Epidemologi (PE).
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
"Nah nanti dari PE itu apakah hasilnya positif atau negatif, baru ada keteranganya dari situ," ucapnya.
Langkah Penanganan

Untuk mengantisipasi meningkatnya DBD seiring curah hujan tinggi di wilayah DKI jakarta, pihak puskesmas akan melakukan penelusuran atau investigasi untuk mencari tahu penyebab, sumber hingga cara penularan.
Penelusuran yang dilakukan dengan cara mendatangi langsung lokasi pasien gejala DBD dan melakukan investigasi di kawasan tersebut.
Bila dalam penelusuran ditemukan satu atau lebih penderita DBD, atau kurang lebih tiga orang suspek infeksi dengue, pihak puskesmas bakal melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
"Kemudian kami lalukan Larvasidasi, itu misalnya kaya Abate, kemudian penyuluhan, baru kami lakukan fogging," ujarnya.
"Kalau hasilnya negatif tidak dilakukan fogging," sambungnya.
Sementara, Daryono mengatakan, prosedur penanganan terhadap pasien DBD yang berobat di puskemas yaitu dengan melakukan pemeriksaan fisik hingga laboratorium.
Pasien juga diberikan obat-obatan selama pengobatan berlangsung. Pihak puskemas juga menganjurkan pasien untuk istirahat total selama proses pengobatan berlangsung.
"Pengobatannya bisa di puskesmas tapi bisa dirujuk juga ke rumah sakit. Apabila trombosit turun ya kami rujuk. Trombosit kalau udah dibawah 150 biasanya langsung kamk rujuk ke rumah sakit, dan rumah sakit pasti menerima pasien tersebut," jelasnya.
Daryono memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pasien gejala DBD yang berobat ke Puskesmas. Pasien juga dianjurkan menjalani pemeriksaan rutin.
"Kami juga terus melakukan PE di lapangan," pungkasnya.