Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta. (Sumber: Kominfotik BPBD Jakarta)

JAKARTA RAYA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD DKI Jakarta Tabur 2000 Garam di Hari ke-5 OMC

Selasa 20 Jan 2026, 19:33 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari kelima.

Operasi ini merupakan langkah mitigasi terhadap dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi serta cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pelaksanaan OMC ini melibatkan antara BPBD DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI AU.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji menyampaikan bahwa operasi kelima ini dilakukan secara terencana dan berdasarkan pemantauan meteorologi terkini. 

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

"Dukungan BNPB dalam dua sorti penerbangan tambahan dengan total 2.000 kilogram NaCl sangat penting untuk mengoptimalkan upaya mitigasi hujan lebat," ujar Isnawa pada Selasa, 20 Januari 2026.

OMC Dilaksanakan Tiga Sorti

Potret petugas saat bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah DKI Jakarta. (Sumber: Berita Jakarta)

Isnawa mengatakan, OMC kali ini dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. 

Ia menyebut penerbangan dilakukan di ketinggian 8.000-12.000 kaki dengan bahan semai 800 kilogram NaCl.

"Sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah perairan utara Jakarta. Strategi ini bertujuan untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta agar presipitasi dapat terkonsentrasi di laut, “ ucap Isnawa. 

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Punya Istri Berapa dan Siapa Saja Anaknya? Ini Profil Keluarga Muzakir Manaf yang Diduga Nikah Lagi di Malaysia

Lebih lanjut, sorti kedua difokuskan pada wilayah overhead Kabupaten Bogor.

"Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan, sehingga intensitas hujan yang bergerak menuju Jakarta dapat ditekan," ungkapnya.

Selanjutnya, sorti ketiga dilaksanakan pada siang hari dengan fokus penyemaian di wilayah overhead Selat Sunda. 

"Penyemaian dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki menggunakan 800 kilogram NaCl. Sorti ini juga bertujuan untuk meluruhkan awan hujan dan mengarahkan presipitasi agar terkonsentrasi di perairan, mengurangi risiko hujan lebat di daratan Jakarta," katanya. 

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Dikabarkan Nikah Lagi di Malaysia, Cek Faktanya

Isnawa menyampaikan, pihaknya bersama BNPB, BMKG, dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode OMC untuk memastikan efektivitas mitigasi cuaca ekstrem.

Selain itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, serta turut menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan. 

"Informasi kebencanaan dan peringatan dini cuaca dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta," ujarnya. (cr-4). 

Tags:
BMKG Jakartacuaca ekstrembencana hidrometeorologiBPBD DKI JakartaOMCOperasi Modifikasi Cuaca

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor