POSKOTA.CO.ID - Memasuki pertengahan Januari 2026, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai mempertanyakan kejelasan pencairan bantuan sosial (bansos).
Harapan untuk menerima saldo bansos di awal tahun belum juga terwujud, sementara saldo di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masih tercatat nol rupiah.
Situasi ini menimbulkan keresahan, khususnya bagi KPM yang tidak mendapatkan pencairan pada tahap akhir tahun 2025.
Di tengah ketidakpastian tersebut, pemerintah memastikan bahwa tahun 2026 tetap menghadirkan peluang baru, baik melalui bantuan reguler maupun program tambahan.
Baca Juga: Kapan Bansos BPNT Tahap 1 2026 Cair? Ini Perkiraan Jadwal Pencairan dan Informasi Terbarunya
Penyaluran Bansos 2025 Resmi Berakhir
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan sosial tahun 2025 telah ditutup.
Dengan berakhirnya penyaluran tersebut, tidak ada lagi pencairan susulan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 3 dan tahap 4.
Artinya, KPM yang belum menerima bantuan pada akhir tahun lalu tidak perlu lagi menunggu saldo susulan dari alokasi 2025. Pemerintah kini mengalihkan fokus pada pencairan tahap pertama bansos tahun 2026.
Perkiraan Jadwal PKH dan BPNT Tahap 1 2026
Hingga pertengahan Januari 2026, sistem SIKS-NG belum menampilkan pembaruan untuk alokasi periode Januari hingga Maret. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa pencairan tahap 1 kemungkinan belum dilakukan pada bulan Januari.
Jika melihat pola pencairan sebelumnya, penyaluran tahap 1 biasanya dilakukan pada Februari atau Maret.
Pemerintah cenderung memilih waktu menjelang Ramadan dan Idulfitri agar bantuan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok masyarakat di momen penting tersebut.
Status Data KPM Menentukan Pencairan
Status data KPM menjadi faktor utama dalam menentukan apakah bantuan dapat dicairkan. KPM yang memiliki status SI atau SPM tetapi belum menerima saldo pada 2025 masih memiliki peluang untuk menerima bansos pada tahap 1 tahun 2026, selama tidak masuk kategori exclude.
Banyak kasus saldo nol disebabkan oleh keterlambatan sinkronisasi data antara bank penyalur dan Kementerian Sosial.
Sementara itu, bagi KPM yang berstatus exclude seperti “KKS tidak terdistribusi”, pencairan baru bisa dilakukan setelah data diperbarui dan dinyatakan valid oleh pusat.
Baca Juga: Bansos PIP Termin I 2026 Cair Lewat Bank Apa? Cek Nominal Bantuan yang Cair dan Jadwal Penyaluran
Tahun 2026 Menjadi Masa Pengetatan Aturan Bansos
Selain persoalan jadwal pencairan, pemerintah juga memperketat aturan penerima bantuan sosial di tahun 2026. Verifikasi komitmen kini dilakukan setiap bulan dan dievaluasi per triwulan.
Anak usia sekolah wajib memenuhi persyaratan kehadiran di sekolah. Ibu hamil dan balita harus aktif mengikuti layanan posyandu.
Sementara lansia didorong untuk rutin memeriksakan kesehatan di posyandu lansia. Jika komitmen tersebut tidak dipenuhi, bantuan dapat ditangguhkan bahkan dihentikan.
Bantuan Sosial Tambahan Tetap Dilanjutkan
Di tengah ketidakpastian saldo PKH dan BPNT, pemerintah memastikan sejumlah bantuan lain tetap berjalan di tahun 2026.
Di antaranya adalah bantuan pangan beras 10 kg per bulan, BLT Dana Desa, bantuan atensi anak yatim, serta program pemberdayaan ekonomi seperti PPSE bagi KPM yang memiliki usaha.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi graduasi bansos, di mana keluarga yang sudah mandiri secara ekonomi akan didorong untuk keluar dari daftar penerima bantuan.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemerintah Siapkan Bansos Tambahan 2026, Cair Bersamaan Awal Tahun
Bansos Bukan Sekadar Menunggu Cair, Tapi Juga Upaya Mandiri
Pemerintah menegaskan bahwa bantuan sosial bukanlah hak permanen. Masa penerimaan bantuan umumnya dibatasi maksimal lima tahun. Oleh karena itu, KPM diharapkan memanfaatkan bansos sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dengan data yang valid, komitmen yang terpenuhi, dan semangat untuk mandiri, bantuan sosial diharapkan mampu menjadi jalan keluar menuju kehidupan yang lebih stabil di tahun 2026.