JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta hingga menyebabkan genangan membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Berdasarkan prediksi Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperkirakan cuaca ekstrem di Jakarta dan sekitarnya akan terjadi hingga akhir Februari 2026 mendatang.
Merespons adanya prediksi dari BMKG, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Operasi ini dilakukan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem di wilayah Jakarta.
Warga Dukung OMC
Bobby, 27 tahun, mengaku cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini cukup mengganggu aktivitas hariannya, terutama saat berangkat dan pulang kerja.
"Cukup keganggu yah apalagi pas balik pulang kerja gitu, hujan gede jadi males bawaannya," ujar Bobby kepada Poskota, Jumat, 16 Januari 2026.
Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi sering datang tiba-tiba dan menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama.
"Ditambah juga kan biasanya kalo hujan gede pasti tuh ada banjir, jalanan juga jadi macet kaya waktu itu hari Senin hujan dari pagi terus banjir dimana-mana," ucap Bobby.
Bobby menyebut, dirinya juga merasa khawatir dengan potensi pohon tumbang dan angin kencang yang bisa membahayakan pengguna jalan.
"Paling ngeri kalo angin terus ditambah hujan gede, itu pasti rawan pohon tumbang bahaya buat pengendara," kata Bobby.
Terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan pemerintah, Bobby menilai langkah tersebut cukup positif selama dilakukan secara terukur dan berdasarkan kajian ilmiah.
"Iya sih saya udah baca berita katanya hari ini (Pemprov) Jakarta lagi lakuin OMC ya," ujarnya.
Baca Juga: Daftar Sinetron Aurelie Moeremans dan Nikita Willy, Pertama Kali Main Bareng di Sinetron Ini
"Semoga sih dengan dilakuinnya OMC nggak hujan deras lagi yah," sambung Bobby.
Sementara itu, Rika 25 tahun mengatakan cuaca ekstrem membuatnya lebih waspada dalam beraktivitas, terutama saat berada di luar rumah.
Hujan lebat yang berlangsung lama, tidak hanya berpotensi menimbulkan banjir, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan keselamatan.
"Ngeri juga was-was gitu kalo hujan gede kan banjir dimana-mana tuh, ditambah juga hujan terus-terusan kan kemarin tuh badan juga ga enak karena kena hujan terus-terusan," ujar Rika.
Ia mengaku kerap mengubah rencana kegiatan karena khawatir terjebak hujan deras atau kondisi jalan yang tidak aman.
"Kemarin Senin ya pas hujan gede niatnya mau main sama temen, eh hujan gede banjir pula, akhirnya di batalin," kata Rika.
Mengenai Operasi Modifikasi Cuaca, Rika mendukung upaya tersebut sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam melindungi masyarakat.
"Dukung sih (adanya OMC) biar nggak hujan terus ya," katanya. (cr-4).